Gunung Karangetang di Sulawesi Utara mengalami erupsi, Minggu (12/7)(MI/Lina Herlina)
GUNUNGAPI Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara mengalami erupsi, Minggu malam (12/7) pukul 19:14 WITA. Gunung tersebut memuntahkan material pijar dan aliran lava.
Letusan yang berlangsung dari Kawah Utara ini diawali dengan tipe strombolian, dengan eksplosif lemah, yang ang melontarkan material pijar setinggi 100 meter.
Suara dentuman menggema di sekitar lereng gunung, disusul aliran lava efusif yang bergerak ke utara sejauh 1.000 meter, barat-barat daya 400 meter, dan selatan 1.000 meter.
"Kami sempat melihat percikkan api berwarna jingga dari balik kabut malam. Seperti Gunung Karangetang sedang berbicara," ujar salah seorang warga yang dihubungi BPBD setempat.
Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro ketika malam erupsi menunjukkan material panas sempat membakar ilalang di sekitar puncak.
Dilaporkan pada Senin (13/7) pagi, api ilalang sudah padam dan terkendali. Personil BPBD masih bersiaga penuh memantau potensi kebakaran lahan akibat sisa material panas.
Aktivitas warga di kaki gunung pun dilaporkan berjalan normal. Pemerintah daerah telah mengeluarkan imbauan resmi, mengingatkan agar masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap dinamika alam yang masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Bagi warga setempat, Gunung Karangetang lebih akrab disebut Gunung Siau. Dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut, gunung ini adalah salah satu yang teraktif di kawasan Sulawesi.
Sejarah mencatat, letusan pertama terjadi pada 1675, disusul sederet erupsi besar pada 1941, 1962, 1965, 1976, 1997, 2010, hingga terakhir Februari 2019. Saat itu, lava pijar meluncur lebih dari 3 kilometer menghanguskan jalurnya.
Kini, sejak awal Juli 2026, aktivitas kegempaan meningkat signifikan. Dalam rentang 1–11 Juli saja, tercatat 83 kali Gempa Hembusan, 41 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 127 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 4 kali Gempa Terasa skala I–III MMI
Meski begitu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan status Gunung Karangetang masih Level II (Waspada), tidak berubah sejak 11 Januari 2025. (H-4)

















































