Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun

2 weeks ago 20
Gunung Api Bawah Laut Mayotte Muntahkan Lava Kuno Berusia 4,5 Miliar Tahun ilustrasi(Magnific)

SEBUAH gunung api bawah laut di dekat Pulau Mayotte, Samudra Hindia, membawa para ilmuwan menelusuri kembali lembaran sejarah paling awal pembentukan planet Bumi. Studi geologi terbaru mengungkapkan bahwa lava yang dimuntahkan oleh Gunung Api Fani Maoré kemungkinan besar berasal dari material magma purba yang telah tersimpan rapat sejak sekitar 4,5 miliar tahun lalu, tepat ketika Bumi masih berada dalam tahap awal pembentukannya

Penemuan ini menjadi perhatian para ahli geologi karena material dari masa tersebut sangat sulit ditemukan. Aktivitas geologi selama miliaran tahun telah mengubah sebagian besar permukaan Bumi, sehingga jejak kondisi planet purba hampir seluruhnya hilang.

Letusan Besar yang Mengungkap Rahasia Tersembunyi

Gunung Api Fani Maoré mulai menarik perhatian dunia setelah gempa besar melanda Mayotte pada 2018 dan mengungkap keberadaan gunung api bawah laut baru sekitar 50 kilometer dari pulau tersebut. Letusan yang termasuk salah satu erupsi bawah laut terbesar ini mengeluarkan material vulkanik dalam jumlah besar, sehingga memungkinkan ilmuwan menganalisis sampel batuan dan menemukan indikasi bahwa sebagian lava berasal dari sumber magma kuno sejak masa awal sejarah Bumi.

Lava dari Era Bumi Purba

Menurut penelitian yang dikutip IFLScience, material magma dari Gunung Api Fani Maoré diduga berasal dari periode Hadean sekitar 4,5 miliar tahun lalu, ketika Bumi masih sangat panas dengan aktivitas vulkanik ekstrem dan permukaan yang belum stabil. Keberadaan lava purba ini membantu ilmuwan mempelajari kondisi interior Bumi pada masa awal pembentukannya.

Berkaitan dengan Masa Pembentukan Bulan

Periode sekitar 4,5 miliar tahun lalu menjadi masa penting dalam sejarah tata surya karena diperkirakan sebagai waktu terbentuknya Bulan akibat tumbukan antara Bumi muda dan objek besar bernama Theia. Material yang terlontar dari peristiwa tersebut kemudian bergabung membentuk Bulan. 

Meskipun, lava dari Gunung Api Mayotte bukan material pembentuk Bulan secara langsung, kandungannya dapat memberikan petunjuk tentang kondisi Bumi purba dan lingkungan magma pada masa ketika proses pembentukan Bulan berlangsung.

Untuk mengungkap asal-usul lava tersebut, para peneliti melakukan analisis terhadap sampel batuan hasil letusan Fani Maoré. Mereka memeriksa kandungan mineral, unsur kimia, serta karakteristik isotop yang tersimpan dalam batuan.

Analisis ini membantu ilmuwan mengetahui apakah material tersebut berasal dari proses geologi baru atau merupakan sisa magma yang telah bertahan selama miliaran tahun di dalam mantel Bumi.

Temuan dari Gunung Api Fani Maoré ini memberikan peluang baru untuk memahami sejarah awal planet kita. Gunung api yang sebelumnya dipandang sebagai ancaman alam kini juga berfungsi sebagai "arsip geologi" yang menyimpan catatan perjalanan Bumi sejak masa pembentukannya.

Penelitian lebih lanjut terhadap gunung api bawah laut ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan besar tentang asal-usul Bumi, evolusi interior planet, hingga proses yang membentuk lingkungan tempat kehidupan berkembang.

(IFLScience/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |