Pembalap Mercedes George Russell meninggalkan mobilnya usai mengalami kecelakaan di GP Belgia.(AFP/JOHN THYS)
PEMBALAP Mercedes, George Russell, mengaku telah sampai pada titik "mati rasa terhadap kekecewaan" setelah serangkaian masalah teknis kembali menghantamnya di GP Belgia. Insiden di sirkuit Spa-Francorchamps pada Minggu (19/7) tersebut membuat Russell kehilangan hampir seluruh momentum kejuaraan yang sempat ia bangun untuk mengejar rekan setimnya, Kimi Antonelli.
Russell terpaksa keluar dari balapan pada lap pertama setelah terlibat tabrakan dengan pembalap Ferrari, Lewis Hamilton. Meski Hamilton dijatuhi penalti atas insiden tersebut, kerugian besar tetap berada di pihak Russell.
Di sisi lain, Kimi Antonelli berhasil meraih kemenangan keenamnya dari 10 balapan musim ini, yang secara otomatis memperlebar jarak poin di klasemen secara signifikan.
"Ketika hal seperti ini terjadi begitu sering, Anda akan terbiasa," ujar Russell dengan nada pasrah. Pernyataan tersebut merujuk pada rentetan nasib buruk yang menimpanya sepanjang musim ini.
Kronologi Masalah Teknis Russell
Sebelum tabrakan dengan Hamilton terjadi, Russell sebenarnya sudah menghadapi kendala teknis yang serius sejak tikungan pertama. Ia mengungkapkan bahwa baterai mobilnya gagal melakukan pengisian daya (recharge) di Tikungan 1, yang menyebabkan hilangnya tenaga listrik sebesar 35% saat keluar tikungan.
Kondisi ini memicu efek domino: masalah pada boost turbo dan hilangnya tenaga total saat mencapai puncak Eau Rouge. Russell merasa posisinya yang melorot hingga disalip tiga pembalap sekaligus adalah situasi yang berbahaya dan menjadi pemicu utama ia terjebak dalam insiden dengan Hamilton.
Daftar Masalah George Russell Musim Ini:
- GP Tiongkok: Masalah teknis saat kualifikasi.
- GP Jepang: Strategi berantakan akibat Safety Car.
- GP Kanada: Gagal finis (DNF) saat sedang memimpin balapan.
- GP Monako: Kontroversi penalti kecepatan di pit-lane yang keliru.
- GP Belgia: Kegagalan sistem baterai dan tabrakan di lap pertama.
Analisis Tim dan Perbandingan Performa
Bos Mercedes, Toto Wolff, mengonfirmasi adanya anomali pada mesin Russell yang sudah terdeteksi sejak sesi latihan. Awalnya, tim menduga selisih waktu Russell dengan Antonelli disebabkan oleh gaya balap, namun data kualifikasi menunjukkan adanya masalah pada penyaluran energi (deployment) yang tidak bisa dijelaskan.
| Kemenangan Musim Ini | 6 dari 10 Balapan | Tertinggal Jauh |
| Status di GP Belgia | Pemenang Balapan | Gagal Finis (DNF) |
| Kendala Teknis | Minor (Deployment di Lap 1) | Kritis (Baterai 0% & Turbo) |
Meskipun Antonelli juga sempat merasakan gangguan serupa pada sistem baterai di lap pertama, ia mampu mengatasinya dan tampil dominan. Antonelli mengakui bahwa sistem mesin tahun ini sangat kompleks dengan pembagian 50/50 antara tenaga pembakaran internal dan elektrik, yang sering kali membuat sistem berperilaku tidak terduga.
Menatap GP Hungaria
Toto Wolff berjanji akan berbicara secara pribadi dengan Russell untuk memulihkan mentalitas sang pembalap sebelum jeda musim panas. "Kami akan mencoba membantu membangun kembali optimisme dan positivitas. Tim mendukungnya 100%," tegas Wolff.
Sementara itu, rival dari tim McLaren, Lando Norris, mencatat bahwa meskipun Mercedes menang, selisih kecepatan antar tim kini semakin menipis. Hal ini memberikan harapan akan persaingan yang lebih ketat di GP Hungaria mendatang, di mana McLaren dijadwalkan akan membawa paket pembaruan perdana mereka. (bbc/Z-1)

















































