Dampak gempa di Buol, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2027).(MI/M Taufan SP Bustan)
WILAYAH Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,1, Minggu (12/7) pukul 21.46 Wita.
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto mengatakan, korban yang meninggal dunia merupakan seorang pasien yang tengah menjalani perawatan di RSUD Mokoyurli, Buol.
"Kami menerima laporan resmi pada pukul 22.00 Wita. Hingga pemutakhiran data Senin (13/7/2026) pukul 01.00 Wita, tercatat satu jiwa meninggal dunia," ujar Asbudianto kepada Media Indonesia di Kota Palu, Senin (13/7).
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 1.31° LU dan 121,36° BT.
Tepatnya berada di laut pada jarak 37 km arah Timur Laut Buol, dengan kedalaman 21 km.
“Magnitudo gempa sebelumnya 5,4 kemudian dimuhtahirkan menjadi magnitudo 5,1,” tulis BMKG dalam laporannya.
Meskipun guncangan terasa kuat di wilayah Pantai Barat Laut Buol, hasil pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Guncangan gempa menyebabkan kepanikan massal di hampir seluruh 11 kecamatan di Kabupaten Buol. Warga secara mandiri langsung melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi, di antaranya ke kawasan Gunung Kali dan Kelurahan Kulango.
“Waktu gempa itu kami langsung berhamburan keluar rumah, guncangannya keras sekali. Sempat mengungsi juga ke tempat aman, cuman sekarang kami sudah balik ke rumah,” kata salah satu warga Buol, Bambang saat dihubungi dari Kota Palu.
Selain memicu pengungsian, gempa juga merusak sejumlah fasilitas publik dan pemukiman warga.
Beberapa bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan antara lain kantor Mall Pelayanan Publik (MPP), sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Buol, kantor Inspektorat, rumah makan Daeng Sugi Leok 2, pemukiman warga di Lingkungan Bundo, Kelurahan Kali, dan rumah salah satu warga di Leok 2.
Menanggapi situasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusdalops BPBD Kabupaten Buol langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan assessment (pendataan dampak) dan koordinasi penanganan darurat.
Saat ini, BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh para korban terdampak, meliputi tenda pengungsian dan terpal, obat-obatan dan peralatan medis, makanan siap saji dan peralatan bayi, selimut dan pakaian untuk lansia, genset untuk penerangan darurat, dan bantuan biaya perbaikan rumah penduduk yang rusak.
BPBD Sulteng menyatakan bahwa situasi di Kabupaten Buol per hari ini sudah berangsur aman dan kondusif.
“Sebagian besar warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing,” tandas Asbudianto.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab, serta tetap waspada terhadap potensi terjadinya gempa bumi susulan. (TB/E-4)

















































