Film Slaughterground Karya Sidharta Tata Borong 3 Penghargaan di NAFF BIFAN 2026

1 week ago 10
Film Slaughterground Karya Sidharta Tata Borong 3 Penghargaan di NAFF BIFAN 2026 Poster proyek film panjang bergenre supernatural horor karya Sidharta Tata Slaughterground (Hujan Kematian).(ANTARA/After Sun Creative)

PROYEK film panjang bergenre supernatural horor karya sutradara Sidharta Tata, Slaughterground (Hujan Kematian), mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional.

Film ini berhasil membawa pulang tiga penghargaan industri dalam ajang Network of Asian Fantastic Films (NAFF) 2026, yang merupakan bagian dari project market resmi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) di Korea Selatan.

Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, dikutip Senin (13/7), Slaughterground menjadi proyek yang paling banyak menerima apresiasi. Pencapaian ini diraih setelah tim produksi menjalani 27 pertemuan bisnis intensif dengan berbagai calon mitra global selama rangkaian NAFF Project Market berlangsung.

Dukungan Produksi dan Pendanaan

Tiga penghargaan yang diraih mencakup dukungan teknis dan finansial yang krusial bagi pengembangan proyek ke tahap selanjutnya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas potensi kreatif serta kualitas cerita yang ditawarkan oleh tim produksi asal Indonesia ini.

Kategori Penghargaan Bentuk Dukungan
Abnormal Studios VFX Award Fasilitas Visual Effects (VFX)
Mocha Chai Laboratories Post Production Award Fasilitas Pascaproduksi
Hive Filmworks Inc. Cash Award Pendanaan Tunai untuk Produksi

Proyek ini diproduseri oleh Ajish Dibyo dan Pramudya Andika, dengan Annisa Adjam bertindak sebagai co-producer. Aftersun Creative menjadi rumah produksi utama yang berasosiasi dengan Nuon Film, Kosmik, Kebon Studio, dan Spasi Moving Image.

Adaptasi Komik Populer "Locust"

Slaughterground (Hujan Kematian) merupakan adaptasi dari komik populer berjudul Locust karya Iskandar Salim. Komik ini telah memiliki basis penggemar yang kuat dengan catatan lebih dari satu juta pembaca.

Mengambil latar belakang Indonesia pada 1966, film ini mengisahkan perjuangan seorang ibu dan anak tirinya yang terjebak di sebuah wilayah terkutuk.

Di tempat tersebut, setiap kali hujan turun, fenomena mengerikan terjadi: kawanan belalang mematikan muncul dan membawa maut. Mereka harus berpacu dengan waktu untuk menemukan jalan keluar sebelum badai berikutnya datang.

Langkah Menuju Produksi Global

Tim produser menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi suntikan semangat untuk menjaga standar kreatif dan produksi pada level maksimal.

"Penghargaan ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus mengembangkan film ini, sekaligus memperluas kolaborasi internasional agar kisah yang berakar dari Indonesia ini dapat menjangkau penonton di berbagai belahan dunia," ujar perwakilan tim produser.

Saat ini, Slaughterground tengah memasuki tahap persiapan produksi dan membuka peluang kerja sama secara luas. Tim produksi aktif menjajaki kolaborasi dengan investor lokal, sales agent internasional, serta mitra ko-produksi mancanegara untuk memastikan proyek ini dapat segera dinikmati oleh pencinta film horor global. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |