SETELAH Bila Esok Ibu Tiada, rumah produksi Leo Pictures kembali mengangkat drama keluarga ke layar lebar lewat Jangan Buang Ibu. Film yang didaptasi dari novel karya Wahyu Derapriyangga ini meghadirkan dilema moral hubungan ibu dan anak ketika keluarga dihadapkan pada usia senja, kesibukan, hingga penyesalan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Produser Agung Saputra mengatakan ide adaptasi bermula ketika ia menemukan novel dengan judul Jangan Buang Ibu, nak itu di toko buku. “Saya ketemu novelnya di toko buku. Lalu kami menghubungi Mas Wahyu dan gayung bersambut,” ujarnya dalam konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Cerita tersebut kemudian dikembangkan menjadi skenario oleh Widya Arifianti sebelum diarahkan Hadrah Daeng Ratu sebagai sutradara.
Jangan Buang Ibu berkisah tentang Ristiana, seorang ibu yang telah membesarkan tiga anaknya, Tama, Dewi, dan Tria. Memasuki usia senja Ristiana harus menghadapi kenyataan bahwa anak-anak yang dulu ia besarkan, kini memiliki kehidupan masing-masing. Ristiana harus dipindahkan ke panti jompo karena ketiga anaknya tak mampu merawatnya di rumah. Konflik itu menjadi dasar cerita film dalam melihat dilema anak anak ketika harus merawat orang tua yang menua.
Hadrah Daeng Ratu sebagai sutradara menambahkan bahwa proses membawa cerita dari naskah ke layar tidak berhenti pada kekuatan cerita semata. Ia mengatakan karakter dalam film perlu diberi perasaan dan kehidupan agar pesan tentang ibu dan keluarga dapat sampai kepada penonton. “Naskah yang indah tanpa dihidupkan oleh perasaan, nyawa, kehidupan di dalamnya juga tidak akan bisa sampai ke penonton,” katanya.
Penulis skenario Widya Arifianti mengatakan proses adaptasi dilakukan dengan membawa pengalaman personal ke ruang pengembangan cerita. “Di ruang development, kami sama-sama menuangkan hati dan kepingan-kepingan kami ke dalam rasanya,” tutur Widya.
Jakarta menjadi kota ketujuh yang disambangi setelah Jambi, Padang, Semarang, Solo, Yogyakarta, Lampung, dan Palembang dalam rangkaian acara roadshow, dan akan terus berlanjut ke 11 kota lainnya. Agung mengatakan respons penonton di daerah melampaui ekspektasi tim produksi. “Antusiasnya luar biasa. Semua tiket sold out. Bukan satu, dua, tiga show time, tapi paling sedikit 21 show time sampai 35 show time,” ujarnya.
Jangan Buang Ibu mempertemukan sejumlah pemain seperti Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, dan Mpok Atiek. Film ini juga didukung oleh Luna Maya dan Yasmin Napper sebagai produser eksekutif bersama Nur Iman Syafe’i dan Evi Surahmawati. Film produksi Leo Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop pada Kamis, 25 Juni 2026.



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)













