Seorang pembalap melaju di lintasan Formula 1 Grand Prix Belgia di Spa-Francorchamps.(Dok. Ant/F1)
SEJUMLAH pebalap Formula 1 (F1), termasuk veteran Fernando Alonso dan pembalap muda Lando Norris, dipastikan harus memulai balapan Grand Prix Belgia dari posisi yang kurang menguntungkan. Berdasarkan laporan resmi Formula 1 pada Minggu (19/7/2026), Alonso, Norris, Isack Hadjar, dan Lance Stroll dijatuhi hukuman penalti grid di GP Belgia Sirkuit Spa-Francorchamps.
Fernando Alonso menerima hukuman paling berat di antara rekan-rekannya. Pembalap tim Aston Martin tersebut terbukti menggunakan pembaruan pada unit energi, kontrol elektronik, serta komponen mesin lainnya saat sesi latihan bebas 3 (FP3). Komponen-komponen tersebut diketahui belum diperbolehkan untuk dialokasikan sebagai pembaruan menurut regulasi teknis yang berlaku.
Akibat pelanggaran tersebut, pembalap asal Spanyol itu diganjar penalti turun 15 posisi grid. Hukuman ini memaksa Alonso untuk memulai balapan dari posisi buncit. Situasi ini menjadi pukulan telak bagi Aston Martin yang tengah berjuang melakukan pengembangan mobil pasca-GP Hungaria. Langkah tim yang bermarkas di Inggris tersebut justru menjadi bumerang yang merugikan posisi start pembalap utama mereka.
Selain Alonso, tiga pembalap lainnya yakni Lando Norris, Isack Hadjar, dan Lance Stroll juga tidak luput dari sanksi. Ketiganya terbukti melakukan pembaruan pada unit daya (power unit) di luar alokasi yang diizinkan.
Sesuai dengan regulasi yang mengatur alokasi komponen, Hadjar, Norris, dan Stroll masing-masing dijatuhi hukuman penalti turun sepuluh grid. Penalti ini akan diterapkan pada posisi start mereka dalam balapan utama GP Belgia yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam WIB.
Daftar Pembalap Terkena Penalti di GP Belgia 2026:
- Fernando Alonso (Aston Martin): Penalti 15 grid (Start dari posisi buncit).
- Lando Norris (McLaren): Penalti 10 grid.
- Isack Hadjar (Red Bull/AlphaTauri): Penalti 10 grid.
- Lance Stroll (Aston Martin): Penalti 10 grid.
Kondisi ini diprediksi akan mengubah dinamika persaingan di barisan depan, mengingat beberapa pembalap unggulan harus berjuang merangkak naik dari barisan tengah dan belakang di salah satu sirkuit tercepat dalam kalender Formula 1 tersebut. (Ant/H-3)

















































