Fenomena El Nino saat Kemarau, Petani di Pidie Ramai-Ramai Menggunakan Mesin Pompa Air

6 days ago 2
Fenomena El Nino saat Kemarau, Petani di Pidie Ramai-Ramai Menggunakan Mesin Pompa Air Muhammad Habibi Pulang Sekolah Melewati Lahan Sawah Di Kawasan Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

FENOMENA alam El Nino kini telah mengusik petani di kawasan Provinsi Aceh. Pasalnya ribuan hektare (ha) lahan sawah yang ditanami padi musim gadu (musim tanam kedua) sekarang terjadi krisis debit air. 

Untuk mencegah kekeringan tidak lebih parah, para petani di kawasan Kabupaten Pidie ramai-ramai memakai mesin pompa air. Tujuannya adalah untuk menyedot air yang tersisa di dasar saluran besar atau dalam saluran pembuang. 

Amatan Media Indonesia di kawasan Kemukiman (wilah adat beberapa desa) Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie misalnya, para petani masing-masing memasang mesin pompa air di sepanjang jalur irigasi sekunder setempat. 

Mereka yang petak sawahnya dekat dengan saluran air, cukup menggunakan selang tenggorokan ditambah selang karet. Sedangkan mereka yang lahan sawahnya sampai puluhan meter harus menggunakan selang distribusi plastik ringan. 

"Tergantung luas lahan sawah. Kalau banyak orang antrean, tentu harus menyedot siang malam. Apalagi debit air saluran juga kecil dan lambat" tutur Muhammad Nasir, tokoh petani di Kecamatan Peukan Baro. 

Pemandangan serupa juga terlihat di saluran irigasi kawasan Kecamatan Mutiara, Indrajaya dan Kecamatan Delima. Menggunakan mesin pompa air merupakan suatu cara untuk menyelamatkan tanaman padi dari kekeringan. 

"Kalau ada saluran terdekat dan masih tersisa air, ini cara utama menyelamatkan dari kekeringan. Tapi bagi yang lahan sawah jauh dengan saluran besar, tidak bisa juga menggunakan mesin pompa. Apalahi mesin ukuran kecil dan tidak ada saluran cacing (saluran distribusi ukuran kecil)," tutur Muslim, petani lainnya. 

Amatan Media Indonesia, kondisi tanaman padi di Kabupaten Pidie sebagian besar sudah berur satu hingga dua bulan. Ada juga sebagian lainnya baru berusia 10 hingga 20 hari. 

Kondisi ini masih cukup mbutuhkan air. Apalagi yang sedang masa bunting atau lagi pengisian isi bulir gabah. Dikhawatirkan kalau kekeringan semakin parah atau terus berlanjut, bisa berakibat puso (gagal panen).(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |