Fenomena Body Shaming pada Orang Kurus dan Dampaknya bagi Mental

2 weeks ago 20
Fenomena Body Shaming pada Orang Kurus dan Dampaknya bagi Mental Ilustrasi.(Dok Istimewa)

DISKUSI mengenai body shaming selama ini cenderung didominasi oleh pengalaman individu dengan berat badan berlebih. Namun, kenyataannya, fenomena ini juga dialami secara nyata oleh mereka yang bertubuh kurus. Komentar-komentar yang sering dianggap sepele seperti, "Kayak kurang makan," atau, "Jangan kurus-kurus amat, jelek," kerap menjadi beban mental tersendiri.

Meski sering dilontarkan sebagai candaan tanpa maksud menyakiti, psikolog memperingatkan bahwa dampaknya terhadap rasa percaya diri tidak bisa diremehkan. Jika diterima secara berulang sejak usia remaja hingga dewasa, rasa minder akibat komentar bentuk tubuh ini dapat bertahan lama dan memengaruhi cara seseorang bersosialisasi hingga tampil di depan umum.

Sayangnya, isu ini masih jarang dibahas secara serius dibandingkan body shaming pada orang dengan berat badan berlebih. Akibatnya, banyak orang kurus memilih memendam perasaan mereka karena merasa keluhannya tidak akan dianggap valid oleh lingkungan sekitar. Padahal, kebutuhan untuk didengar dan divalidasi sama pentingnya bagi setiap bentuk tubuh.

Pengalaman Ummi Quary

Komedian Ummi Quary menjadi salah satu figur publik yang berani membagikan pengalaman serupa. Melalui akun pribadinya, ia menceritakan bagaimana dirinya kerap dikatai kerempeng dalam waktu yang lama, hingga memicu rasa minder yang cukup panjang.

Ummi mengaku sempat merasa tidak nyaman dengan tubuhnya sendiri sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani program penambahan berat badan secara terarah. Kini, ia merasa jauh lebih percaya diri dan berharap ceritanya dapat membuka mata masyarakat bahwa body shaming pada orang kurus adalah masalah nyata yang berdampak serius.

Pentingnya Pendampingan Ahli

Kondisi ini mendorong munculnya kebutuhan akan edukasi dan pendampingan spesifik bagi mereka yang ingin menambah berat badan secara sehat. Salah satu solusi yang mulai dikenal di pasaran ialah Cuerpo, suplemen susu tinggi protein yang menyediakan program pendampingan bersama ahli gizi.

Co-Founder Cuerpo, Celyn Angela, menyatakan bahwa kehadiran produk ini berangkat dari keresahan yang sama. "Kami sering mendengar cerita dari konsumen bahwa body shaming yang mereka alami jarang dianggap serius, padahal efeknya ke rasa percaya diri itu nyata. Makanya kami hadirkan program yang tidak cuma soal produk, tetapi juga pendampingan agar prosesnya terarah," terangnya, Jumat (10/7).

Komitmen Layanan: Cuerpo menyediakan akses ke ahli gizi agar konsumen tidak merasa berjuang sendirian. Selain itu, tersedia garansi bagi konsumen yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

Celyn berharap semakin banyak ruang diskusi mengenai pengalaman body shaming pada orang kurus guna mengurangi stigma di masyarakat. Kehadiran edukasi yang spesifik diharapkan mampu membuka akses informasi yang lebih adil bagi mereka yang ingin mencapai berat badan ideal secara sehat tanpa harus merasa tertekan oleh komentar negatif lingkungan. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |