EV Transisi Energi Menuju Green Mining di Kalsel

4 hours ago 3
EV Transisi Energi Menuju Green Mining di Kalsel Ilustrasi(MI/DENNY SUSANTO)

Keikutsertaan produk otomotif sepeda motor, mobil hingga alat berat bertenaga listrik (Electric Vehicle) menjadi daya tarik tersendiri pada even pameran dagang dan pembangunan tahunan (Kalsel Expo) 2026 yang berlangsung pada tanggal 12-18 Agustus 2026 di kawasan perkantoran Pemprov Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Pameran kendaraan listrik ini bagian komitmen Pemprov Kalsel mendorong efisiensi dan mewujudkan aktivitas tambang ramah lingkungan. 

Truk-truk berukuran raksasa dan sejumlah alat berat jenis loader dan exavator dari perusahaan GM Mobil mampu menyedot perhatian masyarakat pengunjung selama pameran. "Dalam Kalsel Expo 2026 kali ini ada banyak yang menarik, termasuk pameran otomotif baik mobil dan alat berat bertenaga listrik atau EV. Ini bagian komitmen kita mendorong transisi energi lebih ramah lingkungan," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, di sela-sela peninjauan stand pameran Kalsel Expo, Senin (17/8).

Dirinya mengatakan sejauh ini perkembangan kendaraan listrik termasuk penggunaan di sektor pertambangan (elektrifikasi peralatan tambang) cukup positif, meski masih perlu terus digalakkan. "Kendaraan motor dan mobil listrik terus tumbuh, mulai banyak masyarakat, Pemda maupun instansi yang menggunakannya. Demikian juga penggunaan kendaraan dan alat berat di sektor tambang," kata Ahmad Bagiawan.

Di Kalsel ada ratusan perusahaan tambang batubara skala kecil hingga besar (PKP2B) dengan produksi pasa 2025 mencapai 237,8 juta ton atau 28,4 dari total produksi nasional. Komitmen transisi energi salah satunya melalui penerapan EV menjadi tantangan.

Zainuddin Business Consultant Merk XCMG dari GM Mobil, mengatakan sejumlah perusahaan tambang batubara di Kalsel telah beralih menggunakan kendaraan listrik dan yang terbesar adalah PT BIB di Tanah Bumbu. Dirinya menjelaskan kendaraan EV memberikan banyak keunggulan diantaranya efisiensi bahan bakar hingga performa kendaraan di lapangan yang telah diujicobakan. 

"Kendaraan EV ini menggunakan baterei dimana biaya perKWH nya jika dibandingkan dengan biaya BBM solar jauh lebih murah. Juga tak kalah pentingnya adalah komitmen kita bersama dalam menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan," ujarnya. Saat ini ratusan truk dan alat berat produksi XCMG ini telah digunakan perusahaan pertambangan di Kalsel.

Transisi Energi Sebuah Keniscayaan

Pemprov Kalsel terus mendorong sektor swasta untuk melakukan transisi energi melalui pengembangan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menciptakan Green Energy. "Transisi energi adalah sebuah keniscayaan," tutur Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Endarto.

Pihaknya menilai komitmen sektor swasta terutama perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pertambangan di Kalsel untuk mengembangkan EBT sangat besar. EBT dinilai memberikan keuntungan berupa efisiensi atau penghematan biaya penggunaan energi disamping kontribusi menciptakan energi bersih. "Beberapa perusahaan yang berhubungan dengan pasar ekspor, saat ini memang dituntut melakukan pengembangan EBT sebagai syarat negara tujuan eskpor," kata Endarto.

Pemprov Kalsel juga mendorong pemanfaatan lobang galian tambang untuk pengembangan EBT lewat pembangunan PLTS panel di atas void,  ataupun pembangkit tenaga air (PLTA) dan tenaga angin (PLTB) skala kecil untuk kebutuhan internal perusahaan dan masyarakat sekitar tambang. 

Data Dinas ESDM mencatat tingkat bauran energi EBT di Kalsel pada 2025 mencapai 15,1 persen dan dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) ditargetkan meningkat menjadi 16,8 persen pada 2026 serta 20 persen pada 2029 mendatang. Sejauh ini EBT yang banyak dikembangkan di Kalsel adalah PLTS, biogas dan biomassa. "Pemanfaatan kendaraan EV terus meningkat. Selain itu perusahaan telah menggunakan B50 sesuai mandatori pemerintah pusat," tambah Endarto.

Penerapan EV di sektor pertambangan ini menjadi satu langkah maju, operasional tambang dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil ke energi terbarukan, menuju praktik tambang ramah lingkungan,  mendukung target Net Zero Emission. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |