Erling Haaland Sebut Piala Dunia 2026 Ubah Hidupnya

1 week ago 25
Erling Haaland Sebut Piala Dunia 2026 Ubah Hidupnya Penyerang timnas Norwegia Erling Haaland(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

PENYERANG andalan timnas Norwegia, Erling Haaland, mengungkapkan bahwa pengalaman bersejarah membela negaranya di Piala Dunia 2026 telah memberikan dampak mendalam bagi kehidupan pribadinya. Meski langkah Norwegia harus terhenti di babak perempat final setelah kalah tipis 1-2 dari timnas Inggris, Haaland merasa turnamen ini adalah titik balik dalam kariernya.

"Semua ini terasa tidak nyata. Saya rasa turnamen ini telah mengubah saya sebagai pribadi. Saya juga merasa berkembang, bisa dibilang seperti itu," ujar Haaland sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu (12/7).

Perlawanan Sengit Kontra Inggris

Perjalanan impresif Norwegia di Amerika Utara harus berakhir di tangan The Three Lions. Dua gol dari Jude Bellingham menjadi pembeda dalam laga tersebut, sekaligus menghentikan ketajaman Haaland yang sebelumnya tampil fenomenal dengan catatan tujuh gol dalam empat pertandingan beruntun.

Lini pertahanan Inggris berhasil meredam pergerakan penyerang Manchester City tersebut sepanjang pertandingan. Walau gagal melangkah ke semifinal, pemain berusia 25 tahun itu tetap membusungkan dada atas pencapaian terbaik Norwegia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

"Sulit mencerna semua yang telah terjadi saat melihat kembali pertandingan-pertandingan yang kami jalani. Namun, rasanya sangat istimewa bisa menjadi bagian dari turnamen yang dulu hanya saya saksikan dari kejauhan, dan kini saya mengalaminya sendiri," tambahnya.

Menempatkan Norwegia di Peta Sepak Bola Dunia

Salah satu momen paling ikonik dalam perjalanan Norwegia adalah kemenangan mengejutkan atas juara dunia lima kali, timnas Brasil, di babak 16 besar. Haaland menilai keberhasilan tersebut telah mengubah persepsi global terhadap kekuatan sepak bola negaranya.

Menurutnya, prestasi ini bukan sekadar soal hasil di lapangan, melainkan tentang persatuan bangsa.

"Saya merasakan kebanggaan yang luar biasa. Saya benar-benar terharu ketika memikirkan betapa baiknya penampilan kami, rasa persatuan yang tercipta di Norwegia, serta semangat dan kebahagiaan yang kami rasakan," kata Haaland.

Ia menegaskan bahwa target utamanya untuk menempatkan Norwegia di peta persaingan elite dunia telah tercapai.

"Kami membuktikan bahwa kami mampu mengalahkan salah satu tim terbesar di dunia, Brasil. Pada akhirnya kami kalah dari Inggris, tetapi kami memaksa mereka bekerja sangat keras."

Menatap Masa Depan Generasi Emas

Kegagalan di perempat final tidak membuat Haaland berkecil hati. Sebaliknya, ia melihat masa depan cerah bagi generasi emas Norwegia yang saat ini dihuni banyak talenta berbakat. Ia optimistis timnya akan kembali berbicara banyak di turnamen mayor mendatang.

"Kami masih punya Piala Dunia 2030 dan Piala Eropa 2028 di depan kami. Sekarang saatnya benar-benar menunjukkan eksistensi kami. Kami memiliki generasi pemain yang luar biasa," pungkasnya dengan nada optimistis. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |