Rapper Drake kehilangan US$1,5 juta (Rp24 miliar) usai taruhan di Final Piala Dunia 2026.(Dok. X @Stake.co)
MUSISI asal Kanada, Drake, kembali menjadi pusat perhatian setelah kehilangan taruhan bernilai fantastis dalam laga final Piala Dunia 2026. Rapper tersebut dilaporkan memasang taruhan sebesar US$1,5 juta atau sekitar Rp24 miliar untuk kemenangan Argentina atas Spanyol dalam waktu normal.
Namun, harapan Drake untuk meraup keuntungan besar pupus setelah Argentina takluk 0-1 dari Spanyol pada partai puncak tersebut. Kekalahan ini membuat Drake gagal membawa pulang potensi hadiah taruhan yang diperkirakan mencapai US$5,1 juta atau setara Rp81,6 miliar.
Hasil ini kembali menghidupkan mitos "Drake Curse" atau kutukan Drake di kalangan penggemar olahraga. Istilah ini merujuk pada keyakinan bahwa tim atau atlet yang didukung secara publik atau dipasang taruhan besar oleh Drake justru akan berakhir dengan hasil mengecewakan.
Kekhawatiran sebenarnya sudah muncul di kalangan pendukung tim asuhan Lionel Scaloni sesaat setelah slip taruhan Drake beredar. Rekam jejak sang rapper dalam dunia judi olahraga memang kerap diwarnai kegagalan besar dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum insiden Piala Dunia 2026, Drake dilaporkan kehilangan US$1 juta saat menjagokan New England Patriots di Super Bowl LX yang akhirnya dimenangkan Seattle Seahawks. Ia juga sempat merelakan US$300 ribu setelah petenis pilihannya, Jannik Sinner, dikalahkan Carlos Alcaraz di ajang US Open.
Meski mitos ini populer, "Drake Curse" tidak selalu terbukti akurat. Pada final Piala Dunia 2022 di Qatar, Drake pernah memenangkan taruhan saat Argentina mengalahkan Prancis melalui adu penalti. Namun, keberuntungan serupa tidak terulang di edisi 2026.
Kekalahan Argentina dari Spanyol kali ini tidak hanya membuat trofi juara dunia berpindah tangan, tetapi juga menambah daftar panjang kegagalan taruhan bernilai fantastis bagi sang musisi dunia tersebut. (Fox ESports/Z-10)

















































