Ilustrasi.(Magnific)
FINAL Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol di Stadion MetLife bukan sekadar perebutan takhta tertinggi sepak bola jagat raya. Partai puncak ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi La Masia, akademi tersohor milik FC Barcelona, yang kembali menegaskan dominasinya dalam mencetak pemain-pemain kelas dunia.
Apa pun hasil pertandingan nanti, trofi Piala Dunia dipastikan akan jatuh ke tangan alumni La Masia. Tercatat ada sembilan pemain jebolan akademi Barcelona yang akan berlaga di final, terdiri dari delapan penggawa di skuad Spanyol dan satu megabintang di kubu Argentina, Lionel Messi.
Dominasi La Roja dan Warisan Filosofi
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, membawa gerbong besar lulusan La Masia dalam misinya memburu gelar juara. Kedelapan pemain tersebut ialah Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Pau Cubarsi, Dani Olmo, Ferran Torres, Eric Garcia, dan Joan Garcia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa regenerasi di kubu La Roja tetap berpijak pada fondasi yang dibangun di Catalunya.
Situasi ini membangkitkan memori kolektif pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, Spanyol merengkuh gelar juara dunia pertama mereka dengan tulang punggung yang hampir seluruhnya berasal dari La Masia, seperti Carles Puyol, Gerard Pique, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, hingga Cesc Fabregas.
Enam belas tahun berlalu, pola yang sama kembali terulang. Meski diperkuat generasi baru, identitas permainan Spanyol dinilai tetap konsisten. Hal ini diakui langsung oleh Lionel Messi yang akan menjadi lawan mereka di final.
"Saya sangat mengenal mereka. Filosofi bermain mereka sudah terbentuk sejak lama. Saya juga mengenal para pemainnya. Saya pernah bermain melawan mereka, saya mengikuti perkembangan mereka, dan beberapa di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan terus saya ikuti," ujar Messi yang kini membela Inter Miami.
Misi Berbeda Sang Maestro
Bagi Messi, final kali ini memiliki makna emosional yang mendalam. Selain berambisi membawa Argentina meraih gelar juara dunia kedua secara beruntun (back-to-back), ia harus menghadapi para pemain muda yang tumbuh besar dengan melihat kejayaannya di Camp Nou.
Langkah Argentina menuju final diraih dengan dramatis setelah menundukkan Inggris 2-1 di semifinal. Messi menjadi aktor intelektual dalam laga tersebut dengan menyumbangkan dua assist yang diselesaikan dengan sempurna oleh Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Sementara itu, Spanyol melaju ke partai puncak dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Prancis.
Pertemuan ini akan menjadi ujian bagi filosofi sepak bola Spanyol yang diwariskan selama bertahun-tahun melawan magis sang maestro yang pernah menjadi ikon terbesar dari filosofi tersebut. Di Stadion MetLife nanti, La Masia telah dipastikan menjadi pemenang, terlepas dari bendera mana yang akan berkibar di podium juara. (I-2)

















































