Diwawancara Live, Donald Trump Bentak Jurnalis CNN saat Ditanya soal Konflik Iran

1 week ago 20
Diwawancara Live, Donald Trump Bentak Jurnalis CNN saat Ditanya soal Konflik Iran Presiden Donald Trump terlibat adu mulut dengan jurnalis CNN Jake Tapper saat ditanya soal penutupan Selat Hormuz oleh Iran di tengah kabar duka Lindsey Graham.(White House)

PRESIDEN Donald Trump terlibat adu mulut dengan jurnalis senior CNN, Jake Tapper, dalam sebuah wawancara langsung melalui sambungan telepon pada Minggu (12/7). Ketegangan memuncak ketika Tapper mencoba mengalihkan topik pembicaraan mengenai kabar duka wafatnya Senator Lindsey Graham ke masalah konflik AS dengan Iran.

"Iran telah menyatakan Selat Hormuz ditutup. Apakah itu benar?" tanya Tapper.

Trump langsung menepis pertanyaan tersebut dengan menjawab singkat. "Sejauh yang kami tahu, selat itu terbuka."

Tak lama setelah itu, sang presiden langsung membentak Tapper dan memintanya kembali ke topik utama.

"Jangan bicarakan hal itu. Bicarakan alasan mengapa Anda meminta saya untuk berbicara," cetus Trump.

Trump kemudian melanjutkan komentarnya mengenai mendiang senator Republik tersebut, yang wafat di usia 71 tahun akibat penyakit singkat dan mendadak pada Sabtu, 11 Juli 2026, termasuk bagaimana Graham dahulu membela Hakim Agung Brett Kavanaugh, sebelum akhirnya melayangkan sindiran terhadap CNN.

"Saya tahu Anda tidak ingin membicarakan masalah lain," kata Tapper. "Tetapi kami akan sangat senang jika Anda bersedia kembali ke sini kapan-kapan, karena saya memiliki banyak pertanyaan lain untuk Anda."

"Tentu. Kami sedang mencoba membuat CNN berjalan di jalur yang normal. Dan kami akan melakukannya," jawab sang presiden, yang langsung dibalas oleh Tapper, "Well, saya berada di jalur yang normal di sini, Pak."

"Bagus. Anda memang demikian," ujar Trump sebelum segmen tersebut berakhir.

Cerita Trump Soal Komunikasi Terakhir dengan Lindsey Graham

Selain di CNN, Trump juga berbicara mengenai kematian mendadak Graham dalam program Meet the Press di NBC News bersama pembawa acara Kristen Welker. Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi melalui telepon dengan mendiang senator asal South Carolina tersebut sesaat sebelum ia meninggal dunia.

"[Dia memberi tahu saya] tidak ada apa-apa, dia bilang dia merasa sedikit lelah," ungkap sang presiden. Merujuk pada perjalanan Graham baru-baru ini ke Ukraina, Trump melanjutkan, "Itu adalah perjalanan yang panjang, Anda tahu, berjam-jam, dan dia baru saja kembali."

Trump memperkirakan Graham mengembuskan napas terakhirnya tidak lama setelah panggilan telepon mereka selesai.

"Pasti terjadi tepat setelah itu, karena setahu saya polisi, atau siapa pun itu, datang ke sana sekitar jam 7.30, 8.00 malam, kira-kira seperti itu, jadi ada seseorang yang memberi tahu mereka," kata Trump kepada Welker.

"Tetapi tidak, dia merasa baik-baik saja," lanjut Trump mengenai kondisi Graham. "Maksud saya, sebenarnya, dalam telepon itu, dia berkata, 'Anda tahu, saya merasa baik. Tapi saya lelah.' Dia baik-baik saja. Saya mengenalnya dengan baik, dia akan memberi tahu Anda jika dia merasa tidak enak badan. Dia memiliki hari-hari ketika dia merasa kurang sehat, dan dia akan memberi tahu Anda tentang hal itu." (People/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |