Distribusi Tuna ke Jakarta Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Pesisir Sinjai

1 week ago 12
Distribusi Tuna ke Jakarta Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Pesisir Sinjai Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Sinjai mulai menunjukkan hasil. Salah satu indikatornya adalah semakin terbukanya akses pasar hasil perikanan melalui pengiriman komoditas tuna ke Jakarta yang dilakukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat. Tim Humas Sekretariat Kabinet (Setkab) mengunjungi kawasan Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendokumentasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat perekonomian pesisir.

Selain meninjau aktivitas nelayan, rombongan menyaksikan pelepasan pengiriman tuna menggunakan kontainer melalui jalur distribusi Makassar–Jakarta. Pengiriman tersebut merupakan distribusi domestik keempat yang dilakukan Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke sebagai bagian dari strategi memperluas akses pasar hasil perikanan Kabupaten Sinjai.

Pengembangan kawasan ini tak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kapasitas pelaku usaha perikanan. Berbagai kegiatan seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) Perbengkelan bagi Nelayan, Bimtek Kewirausahaan, Sosialisasi Literasi Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga demonstrasi penggunaan perangkat Fish Finder dan Global Positioning System (GPS) menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi usaha sekaligus keselamatan nelayan saat melaut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai Burhanuddin yang mewakili Bupati Sinjai, mengatakan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
"Sinergi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus memacu produktivitas Kampung Nelayan Merah Putih Desa Tongke-Tongke agar jadi role model kampung nelayan yang maju, mandiri, dan sejahtera di Indonesia,"* ujar Burhanuddin, Sabtu (11/7/2026).

Ia menambahkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan jadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing sektor perikanan.

Menurutnya, penguatan akses pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jajaran Ditjen Pemberdayaan Kenelayanan, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang, BP2MHKP Makassar, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Pemerintah Desa Tongke-Tongke, serta pengurus Koperasi Merah Putih Tongke-Tongke.

Melalui dokumentasi oleh Tim Humas Setkab RI, praktik pengembangan kawasan nelayan berbasis pemberdayaan masyarakat diharapkan semakin dikenal luas. Model tersebut berpotensi jadi contoh penguatan ekonomi pesisir di berbagai daerah dan memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |