Di Tengah Serangan AS, Iran Tegaskan Perang Berakhir Lewat Kemenangan atau Negosiasi

5 days ago 4
Di Tengah Serangan AS, Iran Tegaskan Perang Berakhir Lewat Kemenangan atau Negosiasi Asap membubung dari bagian tenggara kota menyusul terjadinya ledakan baru di lokasi yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel di Teheran, ibu kota Iran, pada 8 Maret 2026.(Antara/Anadolu)

MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa konflik yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat hanya memiliki dua jalan keluar: kemenangan militer yang menentukan atau perundingan diplomatik. Namun, ia menggarisbawahi bahwa negosiasi hanya akan dilakukan jika Teheran telah mengamankan posisi tawar yang kuat di medan tempur.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Araghchi menyebutkan bahwa keberhasilan militer merupakan prasyarat krusial sebelum memasuki proses meja hijau guna mengakhiri konfrontasi.

"Akhir perang dimungkinkan melalui kemenangan militer absolut atau melalui negosiasi. Waktu yang tepat untuk bernegosiasi adalah ketika Anda telah mencapai keberhasilan lapangan dan strategis yang andal di bidang militer," ujar Araghchi sebagaimana dilansir Al Jazeera, Senin (20/7).

Pertimbangan Strategis dan Keselamatan Nasional

Araghchi menekankan bahwa setiap kebijakan terkait eskalasi perang tidak boleh diambil secara gegabah. Menurutnya, keselamatan rakyat dan masa depan kedaulatan negara menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan strategis.

"Anda tidak bisa mengambil risiko dengan nyawa orang dan nasib seluruh negara. Keputusan harus dibuat berdasarkan perhitungan yang akurat dan lengkap," tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pemimpin politik untuk terus melakukan evaluasi mendalam mengenai dampak kelanjutan perang. Evaluasi tersebut mencakup apakah pertempuran lebih lanjut akan memberikan keuntungan strategis atau justru memperparah kerugian, baik dari aspek kemanusiaan maupun kepentingan nasional jangka panjang.

Meski tidak menampik bahwa Iran mengalami sejumlah kerugian selama konflik bersenjata ini, Araghchi mengeklaim negaranya telah berhasil membuktikan diri sebagai kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata di kancah global.

"Terlepas dari beberapa kerugian, kami muncul sebagai pemain internasional yang menentukan dalam perang ini dan menunjukkan kekuatan sistem," tambahnya.

Eskalasi di Selat Hormuz

Pernyataan keras ini muncul di tengah tensi yang kembali memanas antara Teheran dan Washington sejak awal Juli. Ketegangan dipicu oleh serangan terhadap sejumlah kapal komersial di Selat Hormuz yang dituduhkan kepada Iran.

Sebagai respons, Amerika Serikat melancarkan operasi militer balasan yang menargetkan titik-titik di wilayah pesisir Iran. Media lokal Iran melaporkan adanya serangkaian ledakan di beberapa kota strategis, termasuk Sirik, Jask, Tabriz, dan Chabahar.

Situasi semakin genting setelah militer Amerika Serikat mengonfirmasi gugurnya seorang prajurit tambahan dalam gelombang serangan terbaru. Hal ini menambah jumlah personel AS yang tewas menjadi tiga orang dalam beberapa hari terakhir. (Fer/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |