JAKSA Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah akhirnya muncul ke publik setelah menjadi sorotan menyusul penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Sejak Rabu, 8 Juli 2026, penyidik telah menggeledah sedikitnya 13 lokasi terkait penyidikan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap dalam tiga perkara, yakni PT Asabri, korupsi pasokan batu bara PT PLN yang diduga menyebabkan blackout, serta PT Krakatau Steel.
Dalam konferensi pers pada Jumat, 10 Juli 2026, Febrie mengatakan penanganan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi prioritas Kejaksaan Agung. “Yang di BGN ini sedang berjalan proses pemberkasan. Masih fokus di sana untuk cepat menyelesaikan, perintah ke saya itu yang menjadi prioritas,” kata Febrie di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Menurut Febrie, penyidik Kejaksaan Agung juga terus mendalami nama-nama yang disebut tersangka Sony Sonjaya dalam perkara dugaan korupsi MBG. Sebelumnya, Sony menyebut 41 nama. Dalam perkembangannya, jumlah tersebut bertambah menjadi 47 nama. “Ini tentu menjadi program prioritas yang menjadi perhatian, yang harus kami benahi segera dan bisa berjalan dengan cepat,” ujarnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka dalam perkara dugaan korupsi program MBG. Mereka antara lain mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dua mantan wakil kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, serta Asep Yusuf Somantri yang disebut sebagai orang kepercayaan Sony.
Kejaksaan juga menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono sebagai tersangka. Perusahaan tersebut merupakan penyedia sepeda motor listrik di BGN.
Terbaru, Kejaksaan Agung menetapkan Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN Brigadir Jenderal Lalu Muhammad Iwan Mahardan sebagai tersangka. Lalu merupakan anggota Polri aktif. “Kepada yang bersangkutan telah dilakukan penahanan,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaiman Nahdi pada Kamis, 2 Juli 2026.
Syarief mengatakan Lalu sempat meminta saksi berinisial YCS dan RD mendirikan sebuah perusahaan pada 2025. Menurut dia, Lalu meminta keduanya menjual food tray atau ompreng kepada calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Syarief mengatakan harga food tray tersebut telah ditentukan oleh Lalu. “Jadi dalam harga itu termasuk ada bagian kepada saudara LMI,” tutur Syarief.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)













