Ilustrasi(Dok istimewa )
TEATER Jiwa bersama Adara tengah menjalankan pementasan keliling monolog Di Balik Langit Gaza. Tur pementasan dimulai di Gedung Graha Sawunggaling, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Minggu (5/7), dan akan dilanjutkan ke tiga kota lainnya yakni Palu, Jakarta, dan Solo hingga November mendatang.
"Selama ini publik melihat Gaza melalui angka korban dan potongan berita. Tetapi melalui teater, penonton diajak melihat sisi humanis dari tragedi Gaza. Tentang ibu yang kehilangan anaknya, tentang tenaga medis yang tetap bertahan di tengah kehancuran, dan tentang harapan yang terus hidup disaat dunia terasa runtuh," ujar Direktur Utama Adara Relief International Maryam Rachmayani.
“Setiap ibu yang kehilangan anaknya di Gaza tidak memiliki sebutan khusus atas dukanya, sebab rasa sakit seorang ibu yang kehilangan buah hati tak mampu digambarkan oleh kata-kata,” tutur Maryam.
Disutradarai oleh Adipatilawe, monolog Di Balik Langit Gaza mengangkat kisah dokter perempuan Gaza yang bertahan di tengah perang runtuhnya fasilitas kesehatan dan kehilangan anggota keluarganya. Berkolaborasi dengan Adara Relief International sebagai mitra lembaga kemanusiaan kolaborasi ini penting guna membangun perspektif kemanusiaan dan menggalang dukungan untuk Palestina, pementasan ini juga merupakan kelanjutan dari pertunjukan teater Palestine Festival II Adara Relief International yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Desember tahun 2025 lalu.
"Ini bukan sekadar pertunjukan tentang perang. Ini tentang manusia yang perlahan kehilangan rumah, keluarga, bahkan rasa aman, tetapi terus bertahan," kata Adipatilawe saat ditemui dalam sesi latihan di Jakarta.
“Monolog ini sengaja dibangun dengan pendekatan artistik minimalis agar perhatian terpusat pada luka psikologis dr. Yumna,” tutupnya.
Pemeran tunggal Firly RJ mengaku proses pendalaman karakter menjadi tantangan terbesar dalam produksi ini.
"dr. Yumna bukan tokoh yang menangisi keadaan. Justru dia persisten, bertahan. Ada rasa marah, takut, kosong, tapi juga ada harapan yang masih hidup," kata Firly.
"Kami ingin penonton pulang tak hanya mengingat cerita Gaza, tetapi juga mempertanyakan kembali rasa kemanusiaan dalam dirinya," tutur Adipatilawe.
Ditutup dengan lelang amal dan bincang kemanusiaan bersama Maryam Rachmayani, tur selanjutnya akan diselenggarakan pada Minggu (12/7) di Gedung Kesenian Kota Palu. ()































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)













