KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan awal mula munculnya ide menghadirkan program makan bergizi gratis (MBG) bagi pelajar Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Dadan mengatakan, ide itu berawal dari kunjungannya ke Sekolah Indonesia Jeddah saat perjalanan pulang ke Tanah Air.
Dadan mengatakan kunjungan itu terjadi ketika dirinya berada di Jeddah dan hendak kembali ke Indonesia. Saat itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah mengundangnya untuk mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah sekaligus bersilaturahmi dengan siswa dan guru di sekolah tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Saat mau pulang ke Tanah Air, penerbangan saya dari Jeddah. Konjen RI di Jeddah mengundang saya agar bisa melihat Sekolah Indonesia Jeddah untuk sekaligus silaturahmi dengan sebagian anak-anak sekolah dan seluruh guru,” kata Dadan Hindayana saat dihubungi pada Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Dadan mengatakan para siswa dan guru menyampaikan ketertarikan mereka terhadap program MBG yang tengah dijalankan pemerintah di Indonesia. Mereka berharap program serupa juga dapat dirasakan oleh pelajar Indonesia yang bersekolah di Jeddah.
Menurut Dadan, aspirasi dari warga sekolah itulah yang kemudian menjadi titik awal munculnya usulan agar layanan MBG dapat menjangkau sekolah Indonesia di luar negeri. Namun, ia menegaskan belum ada keputusan terkait pelaksanaan program tersebut karena masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan presiden.
“Mereka mengetahui adanya program MBG dan juga menginginkan program itu. Saya sampaikan, saya akan lapor Presiden terlebih dahulu,” ujar Dadan.
Sampai saat ini, kata Dadan, ia belum melaporkan rencana itu kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga tak bisa memastikan apakah usulan itu akan diterima oleh kepala negara atau tidak. “Nanti jika ada kesempatan (bertemu presiden akan disampaikan),” kata Dadan.
Dalam video wawancaranya dengan Kompas, Dadan menyebutkan setidaknya ada 1.080 anak pekerja migran yang belajar di sekolah khusus Indonesia-Jeddah. Selain sekolah tersebut, ada pula sekolah Indonesia di Makkah dengan jumlah siswa sekitar 400 orang.
Jika rencana ini disetujui oleh presiden, maka Mekah jadi negara pertama yang menerima MBG. Dadan mengatakan, ia belum dapat menjelaskan seperti apa konsep pasti distribusi MBG tersebut sebelum membicarakannya dengan kepala negara.














































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)



