Bupati Kuningan Ingatkan Sekolah Terapkan Zero Tolerance terhadap Bullying dan Perpeloncoan

1 week ago 11
Bupati Kuningan Ingatkan Sekolah Terapkan Zero Tolerance terhadap Bullying dan Perpeloncoan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar membuka MPLS di Kabupaten Kuningan.(Doc Diskominfo Kuningan)

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat disampaikan saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada Pelaksanaan MPLS jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Kuningan di SMP Negeri 1 Sindangagung.

“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru. Tidak boleh ada lagi praktik bullying, perpeloncoan, maupun segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah,” tutur Dian, Senin (13/7). 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 1 Sindangagung ini diikuti secara luring dan daring oleh kepala sekolah, guru, serta peserta didik baru dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Kuningan.

Selanjutnya Dian pun meminta kepada seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap bullying, kekerasan, maupun perpeloncoan. Seluruh kepala sekolah diminta memastikan sekolah menjadi zona aman bagi peserta didik serta memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menjadi zona aman, bukan zona intimidasi. Tidak boleh ada lagi perundungan, saling mengejek, ataupun tindakan yang membuat anak takut datang ke sekolah. Kalau masih terjadi, Pemerintah Daerah tidak akan segan memberikan tindakan tegas,” tegas Dian. 

Selain itu, Dian juga meminta sekolah menciptakan masa transisi yang menyenangkan, khususnya bagi anak yang baru memasuki jenjang  SD.

Ia mengingatkan agar sekolah tidak memberikan tekanan berupa tes membaca, menulis, dan berhitung pada hari-hari pertama, melainkan lebih mengutamakan proses adaptasi sehingga peserta didik merasa betah di lingkungan barunya.

“Pendidikan di Kabupaten Kuningan juga harus dibarengi dengan penguatan literasi digital dan pendidikan karakter. Peserta didik perlu dibimbing agar mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter seperti cageur, bageur, bener, pinter, tur parigel dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dian. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Elon Carlan, mengungkapkan  MPLS merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran sebagai sarana mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, mulai dari guru, teman sebaya, hingga budaya belajar di sekolah.

“MPLS jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Kuningan dilaksanakan secara serentak mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Selama lima hari, peserta didik akan mengikuti berbagai kegiatan pembekalan dengan pendekatan yang ramah anak dan ramah lingkungan agar mereka dapat beradaptasi dengan nyaman di lingkungan sekolah yang baru,” ungkap Elon.

Selanjutnya Elon menambahkan daya tampung peserta didik baru jenjang PAUD hingga SMP pada tahun ajaran ini mencapai 63.686 peserta didik, terdiri atas 24.162 peserta didik PAUD, 23.752 peserta didik SD, dan 15.772 peserta didik SMP. Sebagian peserta didik lainnya melanjutkan pendidikan di madrasah maupun sekolah berbasis keagamaan. (UL)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |