BPBD Purwakarta mulai menyalurkan air bensih untuk warga yang terdampak kekeringan.(MI/REZA SUNARYA)
MUSIM kemarau panjang kini mulai dirasakan warga di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Fenomena alam ini membawa dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat desa, yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Purwakarta,Jawa Barat, menyalurkan bantuan air bersih, kepada warga Kampung Pasir Peuteuy Rt. 010/003 Desa Pamoyanan Kecamatan Plered dan di Tiga RT di Desa Batu Tumpang Kecamatan Tegalwaru.
Berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Purwakarta hingga Jumat (17/7/2026) terdapat 56 KK 173 Jiwa di Pamoyanan Kecamatan Plered dan 446 KK 1349 Jiwa Desa Batutumpang Kecamatan Tegalwaru sudah mengalami kekurangan air bersih.
"Untuk di dua desa tersebut BPBD telah menyalurkan 15.000 liter air bersih masing masing di Desa Pamoyanan mencapai 5000 liter sedangkan di Desa Batutumpang mencapai 10.000 liter yang diangkut secara bertahap menggunakan tangki," kata Kalak BPBD Purwakarta Heryadi Erlan Wibisana, Minggu (19/7).
Erlan menyebutkan bantuan air bersih yang disalurkan saat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait serta dunia usaha agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ungkap Erlan.
Pemkab Purwakarta juga telah menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang bekerja sama dengan meminta bantuan dari PDAM dalam penyaluran air bersih ke lokasi terdampak kekeringan dengan mengerahkan kendaraan Tanki PDAM.(H-2)

















































