Embun beku di Dieng.(Antara)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, berpotensi terjadi lebih sering selama musim kemarau 2026. Kondisi ini dipicu oleh prakiraan cuaca yang lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guruh Tjiptanto, menjelaskan bahwa suhu nol derajat Celsius atau minus yang sering dilaporkan saat embun upas muncul sebenarnya merujuk pada suhu minimum permukaan rumput, bukan suhu udara secara umum. Pengukuran tersebut dilakukan menggunakan termometer khusus yang dipasang di permukaan tanah.
"Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput," ujar Guruh saat dihubungi dari Purwokerto, Sabtu (18/7).
Puncak Kemarau dan Fenomena Mbediding
Menurut BMKG, peluang munculnya embun upas akan semakin besar apabila sifat musim kemarau berada di bawah kondisi normal atau lebih kering. Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan diprediksi akan terus berlanjut hingga September.
Guruh menambahkan bahwa musim kemarau tahun ini diprakirakan lebih dingin dibandingkan tahun 2024 dan 2025. Karakteristiknya disebut hampir menyerupai musim kemarau 2023. "Pada Agustus hingga September, fenomena 'mbediding' atau suhu udara yang sangat dingin akan lebih terasa," imbuhnya.
Tips Berburu Embun Upas Dieng:
- Lokasi terbaik: Sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna.
- Waktu ideal: Pukul 04.00 hingga 06.00 WIB sebelum matahari meninggi.
- Fenomena ini umumnya mulai terbentuk sejak malam hari.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
Mengingat suhu ekstrem yang mungkin terjadi, BMKG mengimbau wisatawan untuk mempersiapkan fisik dan perlengkapan yang memadai. Pengunjung disarankan menerapkan sistem pakaian berlapis (layering system), mulai dari pakaian dalam termal, sweater, hingga jaket tebal tahan angin.
Selain itu, penggunaan perlengkapan tambahan seperti kupluk penutup telinga, sarung tangan, syal, dan kaus kaki tebal sangat dianjurkan. Bagi wisatawan yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti asma, sinusitis, atau alergi dingin, wajib membawa obat-obatan pribadi atau inhaler.
Kondisi udara pegunungan yang sangat kering saat kemarau juga berisiko membuat kulit dan bibir pecah-pecah. Oleh karena itu, wisatawan disarankan membawa pelembap kulit dan bibir guna menjaga kenyamanan selama berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

















































