Ilustrasi(Dok Istimewa)
RASA sakit dan cemas saat melahirkan sering membuat proses persalinan berlangsung lebih lama dari yang seharusnya. Untuk membantu para bidan mengatasi masalah ini tanpa harus bergantung pada obat-obatan.
Melihat fenomena tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon, melakukan pelatihan terapi komplementer bertajuk hipnopresur bagi bidan di dua Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, yaitu Puskesmas Cangkol dan Puskesmas Pegambiran.
Diketahui persalinan lama masih menjadi salah satu komplikasi yang paling sering dilaporkan di Indonesia. Di Kota Cirebon kasus komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas di puskesmas PONED tercatat meningkat dari sekitar 19 persen pada 2020 menjadi 28 persen pada 2023.
Sementara di wilayah Lemahwungkuk, dari 920 ibu hamil, sebanyak 257 orang atau 27 persen mengalami komplikasi kehamilan jauh di atas target maksimal 10 persen yang ditetapkan.
Ketua Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon, Dr Yeni Fitrianingsih mengatakan selama ini, penanganan nyeri dan persalinan lama lebih banyak mengandalkan metode obat-obatan (farmakologi). Padahal, metode non-obat yang murah, mudah, dan minim efek samping sebenarnya bisa menjadi pilihan, asalkan bidan memiliki keterampilan yang memadai.
"Sayangnya, dari 70 bidan di wilayah tersebut, baru sembilan orang yang pernah mendapat pelatihan terapi komplementer seperti hipnoterapi, akupresur, atau baby spa," kata Yeni, Kamis (16/7).
Yeni menjelaskan hipnopresur merupakan gabungan antara hipnoterapi dan akupresur, yakni teknik pemijatan pada titik-titik tertentu di tubuh. Dalam pelatihan ini, bidan diajarkan menerapkan hipnopresur pada dua titik akupresur, yaitu titik Hegu (LI4) di tangan dan titik San Yin Jiao (SP6) di kaki, yang dipadukan dengan aromaterapi lavender.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kombinasi hipnopresur pada kedua titik tersebut dapat membantu meningkatkan kadar hormon oksitosin, mengurangi rasa nyeri saat bersalin, dan mempersingkat durasi persalinan kala satu fase aktif.
Sementara itu, aromaterapi lavender terbukti dapat membantu meredakan nyeri persalinan. Teknik ini tergolong aman, murah, dan bisa dilakukan secara mandiri oleh bidan di fasilitas kesehatan dasar.
Pelatihan hipnopresur digelar pada 3 Juli 2026 di Aula Poltekkes Kampus Pemuda, dan diikuti oleh 23 bidan dari Puskesmas Cangkol dan Pegambiran. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Kota Cirebon serta kepala kedua puskesmas dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD).
Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar asuhan persalinan normal, standar profesi bidan sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, landasan hukum penerapan terapi komplementer dalam praktik kebidanan, hingga langkah-langkah praktis penerapan hipnopresur dan aromaterapi. Setelah sesi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung yang dipandu oleh tim pengabdi.
"Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme peserta cukup tinggi. Mayoritas bidan menyatakan sangat yakin dapat memandu skrip sugesti positif kepada ibu bersalin yang cemas, menilai materi pelatihan disampaikan dengan sangat jelas, dan menilai sesi praktik langsung berjalan sangat baik," ujar Yeni.
Setelah pelatihan, kegiatan berlanjut ke tahap pendampingan klinis, di mana setiap bidan diwajibkan mempraktikkan langsung teknik hipnopresur dan aroma terapi kepada minimal satu pasien ibu bersalin, didampingi oleh tim pengabdi yang melakukan supervisi dan evaluasi.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdi juga menyiapkan buku panduan atau Standar Operasional Prosedur (SOP) terapi komplementer, leaflet edukasi, serta video kegiatan yang akan diunggah ke YouTube. Hasil kegiatan ini turut didokumentasikan dalam bentuk artikel ilmiah yang telah disubmit ke jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi.
Melalui program ini, diharapkan bidan di Puskesmas PONED Cangkol dan Pegambiran semakin percaya diri menerapkan metode non-farmakologi untuk membantu ibu bersalin melewati proses persalinan dengan lebih nyaman, aman, dan minim komplikasi. (H-2)

















































