Aparat keamanan berjaga-jaga di Adonara menyusul konflik antarwarga yang mengakibatkan 2 orang tewas.(Dok Warga)
BENTROK antarwarga kembali pecah di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (18/7). Insiden berdarah yang melibatkan warga dari dua desa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah rumah warga hangus terbakar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan terjadi antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Korban tewas dilaporkan berasal dari masing-masing desa yang bertikai tersebut.
Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengonfirmasi bahwa pihaknya menangani tiga korban dari peristiwa tersebut. Salah satu korban berinisial NI, 21, dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius dari benda tajam.
"Kami menerima tiga orang, satu orang meninggal, dan dua orang dirujuk. Satu dirujuk ke Larantuka dan satu lagi ke Lewoleba," ujar Stefanus saat dihubungi Media Indonesia melalui sambungan telepon.
Stefanus merinci, korban NI yang berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia akibat luka benda tajam yang mengenai bagian jantung. Sementara itu, dua korban luka lain ialah PBI, 19, laki-laki yang terkena benda tajam di dada bagian atas, serta SS, 63, perempuan yang mengalami luka benda tajam di kedua paha.
Satu korban tewas lain dilaporkan berasal dari Desa Narasaosina. Namun, hingga saat ini identitas korban tersebut maupun jumlah pasti korban luka dari desa tersebut belum diketahui secara detail.
Selain menimbulkan korban jiwa, bentrokan ini juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Sejumlah rumah warga dilaporkan hangus terbakar akibat amukan massa saat pertikaian berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah mulai kondusif dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. "Saat ini kondisi sudah aman dijaga aparat keamanan," tambah Stefanus.
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan setempat mengenai pemicu utama bentrokan maupun langkah hukum yang akan diambil terkait insiden maut di Adonara Timur tersebut. (I-2)

















































