Beban Ekonomi Dengue di Indonesia 2024 Capai Rp9 Triliun, Vaksinasi Jadi Solusi Strategis

1 week ago 16
Beban Ekonomi Dengue di Indonesia 2024 Capai Rp9 Triliun, Vaksinasi Jadi Solusi Strategis Ilustrasi(Dok MI)

DENGUE bukan lagi sekadar penyakit musiman di Indonesia. Dengan risiko penularan yang terjadi sepanjang tahun, upaya pencegahan kini dituntut untuk dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dampak penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga memberikan tekanan ekonomi yang signifikan bagi sistem kesehatan, pasien, hingga keluarga.

Berdasarkan studi terbaru dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan, FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM), beban ekonomi akibat dengue di Indonesia pada 2024 diproyeksikan mencapai angka yang masif. Dr. Diah Ayu Puspandari, M.Kes, MBA, Apt., memaparkan bahwa total kerugian mencapai USD 550,9 juta atau hampir setara dengan Rp9 triliun, dengan lebih dari 2 juta kasus rawat inap.

Beban Finansial Pasien dan Ancaman Kemiskinan Baru

Studi tersebut menyoroti bahwa kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya melindungi pasien dari beban finansial. Pasien JKN masih harus menanggung biaya mandiri (out-of-pocket) untuk kebutuhan nonmedis. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki asuransi, biayanya melonjak hingga berkali-kali lipat.

MI/HO--Forum ilmiah Jakarta Dengue Forum (JDF)
Kategori Pasien Estimasi Biaya Mandiri (Per Periode Sakit) Komponen Biaya
Pasien JKN Rp1,1 – 1,3 Juta Transportasi, akomodasi pendamping, kehilangan produktivitas.
Pasien Non-Asuransi Rp4,3 – 5,6 Juta Seluruh biaya perawatan medis dan biaya nonmedis.

Kondisi ini menjadi ancaman nyata, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, yang berisiko terjebak dalam kemiskinan baru akibat biaya tidak terduga dan hilangnya pendapatan selama masa pemulihan yang memakan waktu 1-2 minggu.

Kehilangan Produktivitas: Beban Tersembunyi yang Signifikan

Guru Besar FKUI Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K) menekankan bahwa dampak dengue sering kali tidak terlihat secara langsung namun sangat merusak produktivitas keluarga. Ketika anak sakit, orang tua kehilangan waktu kerja; begitu pula jika orangtua yang terinfeksi, ekonomi keluarga akan terganggu secara sistemik.

Data menunjukkan kerugian akibat hilangnya waktu produktif masyarakat sepanjang 2024 mencapai angka yang fantastis:

  • Kelompok JKN: Kerugian produktivitas mencapai US$115,0 juta (sekitar Rp1,81 triliun).
  • Kelompok Non-JKN: Kerugian produktivitas mencapai US$47,8 juta (sekitar Rp755,2 miliar).

Vaksinasi sebagai Investasi Kesehatan dan Ekonomi

Dalam forum ilmiah Jakarta Dengue Forum (JDF) yang diselenggarakan PT Takeda Innovative Medicines bersama IDAI Jaya, para ahli sepakat bahwa pencegahan konvensional seperti 3M Plus harus diperkuat dengan intervensi medis inovatif, termasuk vaksinasi.

Prof. Dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., dari FK-KMK UGM, memaparkan hasil kajian pemodelan ekonomi kesehatan. Implementasi vaksinasi dengue di Indonesia diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang selama 20 tahun ke depan:

Proyeksi Manfaat Vaksinasi Dengue (Periode 20 Tahun):

  • Pengurangan beban penyakit sebesar 1,1 – 1,3 juta DALY (tahun kehidupan sehat).
  • Potensi penghematan biaya ekonomi sebesar USD 329 – 731 juta (sekitar Rp5,2 – 11,5 triliun).
  • Penurunan signifikan pada kasus bergejala, rawat inap, dan angka kematian.

Sinergi Lintas Sektor

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyatakan keprihatinannya atas tingginya beban dengue, terutama sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak di Indonesia. Takeda berkomitmen memperluas akses pencegahan inovatif melalui kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IDAI Jaya, Prof. Dr. dr. Rismala Dewi, Sp.A(K), menegaskan peran vital dokter anak dalam edukasi dan deteksi dini. Melalui wadah seperti JDF, diharapkan kapasitas tenaga kesehatan meningkat dalam memberikan perlindungan komprehensif bagi keluarga Indonesia dari ancaman dengue. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |