Barang-Barang Korban Tenggelamnya KM Nurul Salsa Mulai Ditemukan di Laut Lepas.(MI/Lina Herlina)
TIM gabungan Basarnas terus menggencarkan operasi pencarian korban kapal KM Nurul Salsa yang masih hilang, dengan temuan barang-barang diduga milik penumpang menjadi petunjuk kunci di hari keenam pencarian, Senin (20/7).
Basarnas kembali mengerahkan Rescue Boat (RB) 220 dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram beserta 17 personel untuk memperkuat operasi di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Penambahan armada ini dilakukan setelah ditemukannya sejumlah barang yang diduga kuat terkait dengan kecelakaan kapal.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa penambahan unsur ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pencarian.
"Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan," ujarnya.
RB 220 Mataram telah bergerak dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, untuk bergabung dalam operasi pencarian yang hingga hari ini masih menghadapi tantangan gelombang setinggi 2 hingga 3 meter.
Dua Temuan
Dalam operasi hari keenam, Tim SAR Gabungan menemukan sejumlah barang yang menjadi titik terang dalam pencarian. KRI Marlin-877 berhasil menemukan satu unit swimvest bertuliskan "KM Nurul Salsa" yang hanyut di perairan utara Pulau Sanipa. Temuan ini langsung diamankan untuk dianalisis guna mengembangkan area pencarian.
Bukan hanya itu, Arif juga menerima laporan dari nelayan di perairan Pangkep mengenai penemuan sebuah kotak gabus yang di atasnya terdapat tas berisi identitas.
"Kami mendapatkan informasi dari nelayan Pangkep, telah ditemukan sebuah rakit gabus, yang di atasnya ada sebuah tas, yang kami yakini bahwa barang tersebut adalah milik dari penumpang KM Nurul Salsa," jelas Arif.
Patroli Udara
Luas area pencarian pada hari keenam mencapai 1.980 nautical mile persegi (nm²) yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU).
Pencarian tidak hanya dilakukan di laut, tetapi juga diperkuat dengan pemantauan udara menggunakan Boeing B737-200 TNI AU.
Hingga saat ini, data korban tercatat sebanyak 78 orang dengan rincian 59 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan koordinasi lintas instansi serta melakukan evaluasi hasil pencarian setiap hari untuk memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang masih hilang. (LN)

















































