Argentina Terancam Sanksi FIFA akibat Spanduk Falkland di Piala Dunia

1 week ago 3
Argentina Terancam Sanksi FIFA akibat Spanduk Falkland di Piala Dunia Ilustrasi.(Magnific)

TIM nasional Argentina kini berada di bawah bayang-bayang ancaman tindakan disipliner dari FIFA. Hal ini menyusul aksi para pemain Albiceleste yang merayakan kemenangan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris dengan membentangkan spanduk bermuatan politik terkait klaim kedaulatan atas Kepulauan Falkland.

Dalam laga yang berlangsung penuh tensi tersebut, Argentina berhasil melakukan kebangkitan dramatis. Sempat tertinggal, tim asuhan Lionel Scaloni mencetak dua gol telat melalui Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk mengunci kemenangan 2-1 atas Inggris yang kini ditangani Thomas Tuchel. Hasil ini sekaligus memastikan langkah Argentina ke partai final untuk menghadapi Spanyol.

Provokasi Spanduk Las Malvinas son Argentinas

Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, euforia kemenangan Argentina berubah menjadi sorotan tajam. Para pemain terlihat memegang spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas' (Falkland adalah milik Argentina). Aksi ini memicu reaksi keras karena FIFA memiliki aturan ketat yang melarang pesan politik dalam pertandingan sepak bola.

Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik, memang menjadi titik sengketa historis yang sensitif. Kedua negara pernah terlibat perang terbuka pada tahun 1982 yang memakan ratusan korban jiwa dari kedua belah pihak. Ketegangan ini sering kali merembet ke lapangan hijau setiap kali kedua tim bertemu.

Rekam Jejak Pelanggaran dan Tensi Politik

Ini bukan pertama kali Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) berurusan dengan FIFA terkait isu Falkland. Pada tahun 2014, FIFA pernah menjatuhkan denda sebesar 20.000 pound sterling (sekitar Rp412 juta) setelah aksi serupa dilakukan dalam laga persahabatan melawan Slovenia. FIFA menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar regulasi mengenai pesan politik dan perilaku tim.

Tensi pada Piala Dunia 2026 ini juga diperkeruh oleh pernyataan pejabat tinggi negara. Wakil Presiden Argentina, Victoria Villarruel, melalui media sosial X, mengunggah video yang menunjukkan tentara Argentina dan menegaskan bahwa laga melawan Inggris bukan sekadar pertandingan biasa. Ia bahkan menyebut laga semifinal tersebut sebagai upaya untuk, "Menempatkan para penjajah pada tempatnya."

Catatan Sejarah: Konflik Falkland tahun 1982 berlangsung selama 74 hari dan menewaskan 655 personel militer Argentina serta 255 personel militer Inggris.

Sikap Lionel Scaloni

Meski atmosfer politik memanas, pelatih Argentina Lionel Scaloni sebenarnya telah mencoba meredam situasi sebelum pertandingan dimulai. Scaloni menegaskan komitmennya untuk memisahkan olahraga dari urusan negara.

"Kenyataannya, ini pertandingan sepak bola. Saya tidak bisa mencampuradukkan berbagai hal," ujar Scaloni dalam konferensi pers sebelum laga.

Kini, keputusan berada di tangan komite disiplin FIFA. Jika terbukti bersalah, Argentina tidak hanya terancam denda finansial, tetapi juga sanksi lain yang dapat mencoreng persiapan mereka menjelang laga final melawan Spanyol. (BBC/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |