Apple Gugat OpenAI atas Tuduhan Pencurian Rahasia Dagang

2 weeks ago 19
Apple Gugat OpenAI atas Tuduhan Pencurian Rahasia Dagang lustrasi.(SlashGear)

APPLE Inc mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Federal San Jose, California, dengan tuduhan bahwa OpenAI telah melakukan operasi agresif untuk membajak ratusan karyawannya dan mencuri informasi rahasia demi membangun perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI hardware).

Langkah hukum ini menandai puncak eskalasi ketegangan dari kedua raksasa teknologi, yang pada 2024 lalu sempat berkolaborasi mengintegrasikan ChatGPT ke dalam ekosistem produk Apple.

"Di setiap lini, mulai dari jajaran Staf Teknis hingga Chief Hardware Officer, OpenAI secara sistematis berkoordinasi dengan mitra bisnis mereka untuk mencuri rahasia dagang dan informasi konfidensial milik Apple," bunyi dokumen gugatan setebal 41 halaman tersebut, Jumat (10/7) waktu setempat.

Kasus hukum ini diprediksi bakal mengganjal rencana besar OpenAI yang tengah bersiap melakukan penawaran umum perdana (IPO) di bursa saham. OpenAI, yang kini memiliki valuasi raksasa mencapai $852 miliar sebelumnya menargetkan sektor perangkat keras konsumen (consumer hardware) sebagai mesin pertumbuhan bisnis baru mereka.

Dalam berkas tuntutannya, Apple secara spesifik membidik entitas io Products, anak perusahaan perangkat keras OpenAI yang didirikan bersama oleh mantan bos desain ikonik Apple, Jony Ive, serta dua mantan petinggi Apple, yakni Tang Yew Tan (kini Chief Hardware Officer OpenAI) dan seorang insinyur bernama Chang Liu.

Tang Yew Tan, yang mengabdi selama 24 tahun di Apple sebagai Wakil Presiden Desain Produk iPhone dan Apple Watch, dituduh memanfaatkan nama kode proyek rahasia (project code names) saat mewawancarai para pelamar kerja. Dokumen internal mengungkapkan, setidaknya terdapat 400 mantan staf Apple yang kini membelot dan bekerja di bawah bendera OpenAI.

Lebih jauh lagi, Tan diduga menginstruksikan para insinyur Apple yang berniat pindah untuk membawa komponen fisik purwarupa yang belum dirilis ke publik—seperti sel baterai khusus, papan sirkuit, dan suku cadang orisinal—ke dalam ruang wawancara untuk menjalani sesi peragaan rahasia (show and tell).

Apple menegaskan bahwa temuan ini barulah "puncak dari gunung es" dari praktik spionase industri yang dilakukan OpenAI. Pihak korporasi kini menuntut ganti rugi materiil dalam jumlah besar serta meminta hakim menerbitkan perintah penundaan (injunction) guna memblokir total penggunaan teknologi terlarang tersebut.

"Bisnis perangkat keras yang tengah dirintis OpenAI saat ini berdiri di atas fondasi yang sangat rapuh dan korosif, karena secara ilegal dibangun dari hasil penjarahan rahasia dagang pihak lain," tegas manajemen Apple dalam rilis resminya ke media massa. Hingga berita ini diturunkan, pihak OpenAI masih bungkam dan belum memberikan respons resmi terkait gugatan tersebut.

(AFP/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |