APDOVI dan IBI Kesatuan Bogor Gelar Munas ke-3 Perkuat Dosen Vokasi

6 days ago 17
APDOVI dan IBI Kesatuan Bogor Gelar Munas ke-3 Perkuat Dosen Vokasi Ilustrasi(Dok Istimewa)

Akademisi Profesi Dosen Vokasi Indonesia (APDOVI) bersinergi dengan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor sukses menyelenggarakan Seminar Nasional sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) APDOVI ke-3. Perhelatan yang berlangsung secara hybrid pada Sabtu (18/7) ini mengusung tema strategis "Revitalisasi Kapasitas Dosen Vokasi Berbasis Industri: Strategi Mewujudkan Alumni Siap Kerja dan Berdaya Saing Global".

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran dosen vokasi di tengah dinamika teknologi dan kebutuhan dunia industri yang terus berubah. Tercatat sebanyak 250 peserta berpartisipasi, dengan rincian 100 peserta hadir secara luring di Kampus IBI Kesatuan Bogor dan 150 peserta mengikuti secara daring dari enam wilayah cakupan APDOVI di seluruh Indonesia.

Sinergi Strategis untuk Lulusan Kompeten

Ketua Umum APDOVI, Dr. Arman Faslih, menegaskan bahwa organisasi yang kini menghimpun lebih dari 2.600 anggota tersebut berkomitmen menjadi wadah kolaborasi dosen vokasi. Menurutnya, peningkatan kapasitas dosen adalah faktor kunci untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan sesuai kebutuhan industri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IBI Kesatuan, Prof. Dr. Bambang Pamungkas, menyoroti pentingnya kolaborasi empat pilar: perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan organisasi profesi. Ia menilai APDOVI berperan krusial dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja.

Ketua Dewan Pengawas APDOVI, Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA, menambahkan bahwa kualitas pendidikan vokasi harus berakar pada penguatan kompetensi dosen, baik secara akademik maupun profesional melalui pengalaman industri yang nyata.

Merespons Perubahan Teknologi dan Industri 5.0

Dalam sesi keynote speech, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., menekankan bahwa kurikulum vokasi harus menjadi living document. "Kurikulum perlu terus diperbarui melalui co-creation dengan dunia usaha dan industri, diperkuat penelitian terapan, serta sertifikasi kompetensi," ujarnya.

Sementara itu, Wikan Sakarinto, Ph.D., Direktur Politeknik Mitra Industri, mendorong transformasi menuju Project-Based Learning (PjBL) dan Teaching Factory (TEFA). Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan lulusan kini bergeser pada karakter, portofolio, dan kemampuan memberikan solusi nyata bagi industri, bukan sekadar indeks prestasi akademik.

Dari perspektif industri, Wakil Ketua KADIN Jawa Barat Bidang Vokasi dan Sertifikasi, Hadi S. Cokrodimejo, mengingatkan tantangan Industri 5.0. Pendidikan vokasi dituntut menghasilkan SDM yang tidak hanya mahir teknologi digital seperti AI dan IoT, tetapi juga memiliki kreativitas dan kemampuan kolaborasi yang kuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hasil Munas ke-3: Kepengurusan Periode 2026–2029

Setelah sesi seminar, agenda dilanjutkan dengan Munas ke-3 yang menetapkan nakhoda baru untuk periode 2026–2029. Berdasarkan kesepakatan sidang, Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA kembali ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas, dan Dr. Arman Faslih, S.T., M.T. kembali dipercaya sebagai Ketua Umum APDOVI.

Berikut adalah susunan Ketua Wilayah APDOVI periode 2026–2029 yang ditetapkan dalam Munas:

Wilayah Ketua Terpilih
Wilayah I (Sumatera) Dr. Rahmat Widia Sembiring, M.Sc.IT., Ph.D.
Wilayah II (Jabar, DKI, Banten) Dr. Rahmat Yuliawan, S.E., M.M.
Wilayah III (DIY, Jateng) Dodik Prakoso Eko Hery Suwandojo, S.ST.Par., M.M., CHE.
Wilayah IV (Jatim, Bali, Nusa Tenggara) Dr. Indra Perdana Wibisono, S.ST., M.M.
Wilayah V (Kalimantan) Rudy Haryanto, S.Sos., M.M.
Wilayah VI (Sulawesi, Maluku, Papua) Dr. Halim, S.T., M.T.

Melalui rangkaian kegiatan ini, APDOVI mempertegas komitmennya untuk terus memperluas kemitraan dengan dunia industri dan mendorong inovasi pembelajaran demi melahirkan lulusan vokasi yang profesional dan berdaya saing global.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |