Antrean kendaraan di salah satu SPBU dalam Kota Jambi. Gubernur Jambi Al Haris minta satgas perketat pengawasan antisipasi penyelewengan BBM, Rabu (1/7/2026).(ANTARA/AGUS SUPRAYITNO)
KENDATI sudah menjadi sorotan BPH Migas, antrean kendaraan pelangsir BBM, khususnya pemburu minyak solar subsidi, hingga saat ini masih menghantui sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai wilayah di Provinsi Jambi.
Pemandangan yang saban hari dikeluhkan warga tersebut, Kamis (16/7), antara lain masih terlihat di daerah Pal 7, Kecamatan Kota Baru, dan SPBU kawasan cucian Palmerah, Kota Jambi.
Kendaraan yang beragam kendaraan minibus dan truk tua berbahan bakar solar, terlihat juga dalam antrean berburu solar subsidi tersebut, truk pengangkut hasil tambang batubara.
“Saya heran, kok masih terlihat antrean panjang ya. Padahal beberapa hari lalu sudah disidak pejabat BPH Migas, dan dikabarkan jual-beli solar subsidi di SPBU Jambi banyak yang menyimpang. Antrean itu mengganggu keamanan masyarakat yang lalu-lalang,” ujar Ismail, pemuka masyarakat Kelurahan Lingkar Selatan.
DPRD Undang Pengelola SPBU
Merespons keluhan masyarakat dan indikasi penyimpangan penyalur solar subsidi temuan BPH Migas, pihak Komisi II DPRD Kota Jambi, Selasa (14/7), membahas keresahan masyarakat tersebut dengan mengundang 25 pengelola SPBU di dalam wilayah Kota Jambi.
Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Jambi Abdullah Thaif, kondisi buruk mengganggu keamanan dan ketertiban berlalu-lintas. Lantaran, antrean kendaraan pemburu BBM subsidi, khususnya biosolar, meluber ke bahu dan badan jalan raya.
Sayangnya, saat diundang rapat dengar pendapat ke Kantor DPRD Kota Jambi, dari 25 pemilik SPBU yang dihubungi, yang hadir hanya dari 15 SPBU, itupun berupa perwakilan. Sedangkan 10 SPBU mbalelo alias tidak hadir.
Menyikapi hal itu, pihak Komisi II DPRD Kota Jambi mengusulkan kepada pihak berkompeten, dalam hal ini pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jambi untuk memberikan sanksi kepada para pengelola SBPU yang mbalelo, berupa penghentian sementara penyaluran bio solar subsidi.
Pihak perwakilan Pertamina Patra Niaga yang hadir saat itu, menyatakan akan mengoordinasikan dulu tentang usulan penyetopan pasokan solar susbidi ke SPBU yang dipermasalahkan.(H-2)

















































