Antrean kendaraan pada salah satu SPBU di Kabupaten Cirebon, Kamis (2/7/2026).(ANTARA/Pertamina Patra)
KENAIKAN harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi memicu fenomena antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Cirebon. Selama beberapa pekan terakhir, warga mengeluhkan durasi tunggu yang meningkat tajam, terutama di jalur pengisian BBM jenis Pertalite.
Yus Firdaus, warga Gang Masjid di kawasan Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, mengungkapkan bahwa kondisi ini mulai terasa sejak pemerintah mengumumkan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Ia mengaku harus menghabiskan waktu hampir setengah jam hanya untuk mendapatkan BBM bagi sepeda motornya.
“Terutama setelah pengumuman kenaikan harga BBM non-subsidi, sejak itu antrean di SPBU semakin panjang. Jalur Pertamax sama Pertalite sama-sama panjang. Karena sama-sama antre, jadi lebih pilih Pertalite yang lebih murah,” ujar Yus saat ditemui di kawasan bypass Kota Cirebon, Kamis (16/7).
Warga Terpaksa Beli BBM Mahal demi Waktu
Kondisi serupa dialami Rudi Aprianto, warga Cangkring, Kota Cirebon. Ia menceritakan pengalamannya yang terpaksa membeli BBM jenis Pertamax Turbo karena stok Pertalite habis di tengah antrean yang sedang mengular.
“Pekan lalu saya bahkan beli Pertamax Turbo. Saat sedang antre Pertalite, tiba-tiba diinformasikan habis. Sementara jalur Pertamax juga sudah panjang dan saya harus menjemput anak. Jadi pilih yang paling cepat saja meski mahal,” tutur Rudi.
Rudi menyayangkan kondisi ini karena harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar dibandingkan harga Pertalite yang berada di angka Rp10.000 per liter. “Lucu saja, motor lama seperti ini diisi Pertamax Turbo,” selorohnya.
Data Antrean SPBU Kota Cirebon:
| Lokasi Terdampak | Jalan Brigjen Darsono (Bypass), Jalan Siliwangi, dan sekitarnya. |
| Waktu Antrean Puncak | Subuh - Jam masuk sekolah, Sore - Malam hari (pulang kerja). |
| Estimasi Waktu Tunggu | Hingga 30 menit (berdasarkan laporan warga). |
| Harga Pertalite | Rp10.000 per liter. |
Antrean Meluber ke Jalan Raya
Seorang petugas SPBU di Jalan Brigjen Darsono yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya lonjakan volume kendaraan yang mengantre. Menurutnya, kepadatan kendaraan sering kali tidak tertampung di area lahan SPBU hingga meluber ke bahu jalan raya.
“Pasca kenaikan harga BBM, antrean memang terus panjang. Apalagi di waktu-waktu tertentu, bisa sampai ke jalan raya,” ungkap petugas tersebut. Ia menambahkan bahwa kepadatan paling krusial terjadi pada pagi hari saat keberangkatan aktivitas dan sore hari saat jam pulang kantor.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya pengaturan distribusi yang lebih baik agar durasi antrean di SPBU dapat kembali normal dan ketersediaan stok BBM subsidi tetap terjaga di tengah peralihan konsumsi masyarakat. (UL/I-1)

















































