Anggie Intania Chalik(Instagram/@ppop.dkijakarta)
PETINJU Anggie Intania Chalik berhasil meraih medali emas pertama bagi Indonesia pada Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026 setelah menjuarai kelas terbang ringan putri (45-48 kg), Rabu (15/7).
Anggie memastikan gelar juara usai mengalahkan petinju India, Gunjan, pada partai final yang berlangsung di Hall Basket Senayan, Jakarta. Ia menang melalui keputusan terbelah (split decision) setelah tiga dari lima juri memberikan nilai 29-28 untuk Anggie, sementara dua juri lainnya memberikan skor serupa untuk Gunjan.
Sejak ronde pertama, Anggie tampil agresif dengan pergerakan lincah mengitari ring sambil melancarkan kombinasi pukulan ke arah kepala dan tubuh lawan. Gunjan memberikan perlawanan sengit, tetapi Anggie mampu menjaga ritme hingga ronde berakhir.
Pada ronde kedua, petinju India itu sempat menekan lewat serangkaian serangan. Namun, Anggie berhasil keluar dari tekanan dan membalas dengan kombinasi pukulan yang memaksa lawannya bertahan di tali ring hingga akhir ronde.
Memasuki ronde ketiga, Anggie kembali meningkatkan intensitas serangan. Dengan kondisi fisik yang tetap prima, ia terus melepaskan kombinasi pukulan ke arah tubuh dan kepala Gunjan hingga laga usai. Hasilnya, para juri menetapkan Anggie sebagai pemenang melalui kemenangan angka.
Sebelum melaju ke partai puncak, Anggie juga harus melewati adangan berat, termasuk saat menghadapi petinju asal Thailand yang berstatus pemegang sabuk juara nasional. Menghadapi lawan dengan reputasi tersebut sempat membuatnya gugup.
"Pertama aku deg-degan karena dia pemegang sabuk Thailand. Terus aku cuma ingat semua proses latihan sama teman-teman dan pelatih. Aku harus kasih yang terbaik buat mereka semua," ujar Anggie.
Usai memastikan kemenangan dan membawa pulang medali emas, rasa haru dan bangga tidak bisa disembunyikan. Seluruh pengorbanan selama masa persiapan akhirnya terbayar.
"Perasaannya aku terharu, bangga. Semua kerja keras latihan aku terbayar di sini. Aku sempat kesulitan karena berat badan over dan porsi latihan yang berat, tapi semuanya terbayar dengan hasil yang maksimal," ungkapnya.
Anggie meyakini hasil ini didapat dari kepercayaan diri, kerja keras selama menjalani latihan, serta berserah kepada Tuhan.
"Kunci kemenangan aku pertama harus punya iman. Dari awal sampai akhir proses latihan aku benar-benar mati-matian. Semua teman-teman dan pelatih tahu perjuangan aku buat dapetin ini. Tapi aku juga serahin semuanya sama yang di atas, karena semuanya kehendak Tuhan," tuturnya.
Setelah meraih medali emas, Anggie langsung memasang target yang lebih tinggi. Ia berharap dapat mengikuti jejak para senior dengan tampil di SEA Games hingga Olimpiade. (H-4)

















































