Alfin Habib Rilis Ulang Lagu Cindai dengan Sentuhan Melayu Modern

1 week ago 5
Alfin Habib Rilis Ulang Lagu Cindai dengan Sentuhan Melayu Modern Alfin Habib(MI/HO)

LAGU legendaris Cindai kembali menyapa penikmat musik melalui interpretasi baru dari penyanyi dangdut Alfin Habib. Karya yang sebelumnya identik dengan diva asal Malaysia, Siti Nurhaliza, kini hadir dengan sentuhan berbeda tanpa menanggalkan akar musik Melayu yang menjadi jiwanya.

Bagi Alfin, membawakan ulang Cindai bukan sekadar proyek musik biasa, melainkan wujud kecintaannya terhadap genre Melayu. Melalui aransemen yang lebih segar, penyanyi kelahiran 1993 ini berupaya memberikan pengalaman mendengarkan yang baru bagi audiens masa kini, sembari tetap menjaga kehormatan struktur asli lagu tersebut.

Tantangan Perspektif dan Emosi

Membawakan lagu yang sudah sangat melekat dengan penyanyi aslinya memberikan beban tersendiri bagi Alfin. Mantan finalis D'Academy musim ketiga ini mengungkapkan bahwa tantangan terberatnya bukan pada aspek teknis vokal, melainkan pada pergeseran perspektif gender dalam liriknya.

"Saat pertama kali mendapatkan kesempatan membawakan Cindai, saya benar-benar speechless. Lagu ini adalah karya legendaris, sehingga tantangannya terasa sangat besar. Saya sadar ada tanggung jawab untuk membawakan lagu ini dengan sebaik mungkin," ujar Alfin.

Ia harus memastikan bahwa emosi yang selama ini dikenal dari sudut pandang perempuan dapat tersampaikan secara alami ketika dinyanyikan oleh seorang laki-laki. Proses interpretasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati agar melodi asli tetap menjadi kekuatan utama.

Profil & Karya Alfin Habib Detail
Tahun Kelahiran 1993
Latar Belakang Kompetisi Finalis D'Academy Musim Ketiga
Instrumen yang Dikuasai Biola, Akordeon, Piano, Saksofon, Gitar
Karya Sebelumnya "Permaisuri Hatiku", "Hilang Saat Terang"

Menjaga Esensi di Tengah Modernisasi

Alfin menyadari tren saat ini banyak lagu lama yang dikemas ulang dengan sentuhan modern. Namun, ia berkomitmen untuk tidak menghilangkan identitas Melayu yang menjadi kekuatan utama Cindai. Sebagai musisi multi-instrumentalis, Alfin memanfaatkan kemampuannya bermain biola hingga akordeon untuk memperdalam karakter musiknya.

"Saya tetap menghadirkan cengkok dan senandung khas Melayu agar esensi lagu legendaris ini tidak hilang," tegasnya. Baginya, musik Melayu memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan zaman tanpa harus kehilangan jati dirinya.

Konsistensi Alfin di jalur musik Melayu diharapkan mampu menjadi jembatan lintas generasi. Ia ingin versi terbaru ini menjadi ruang nostalgia bagi pendengar lama, sekaligus memperkenalkan keindahan musik Melayu kepada generasi muda.

"Semoga versi ini bisa menjadi jembatan untuk melihat bahwa musik Melayu tetap indah dan dapat dinikmati semua kalangan. Saya juga berharap ke depannya, musik Melayu Indonesia terus lestari dan semakin dikenal di dunia," pungkas Alfin. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |