Alat Pemadam di Lokasi Kebakaran Kemayoran Minim

3 hours ago 2

ALAT pemadam kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat minim. KEPALA Satuan Tugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) wilayah Kelurahan Kebon Kosong, Catur Heriyanto mencatat hanya ada satu titik alat pemadam yang tersedia di sekitar lokasi kebakaran yang terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026 malam itu.

“Itu pun dalam kondisi rusak total dan tidak dapat berfungsi sama sekali,” ujar Catur di Pos Gulkarmat Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa, 2 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Catur membeberkan bahwa selama dirinya mengemban tugas sebagai pemadam kebakaran di wilayah Kelurahan Kebon Kosong, ia hanya menemukan satu titik hidran yang terpasang di area pemukiman warga. Lokasinya ada di rukun warga atau RW 01 tepatnya di Jalan Kemayoran Ketapang.

Menurutnya, sejak awal dirinya menjabat, hidran yang terletak di Jalan Kemayoran Ketapang itu memang sudah rusak dan gagal mengalirkan air. ‎"Kondisinya pun itu, waktu saya awal menjadi satgas tidak bisa mengeluarkan air. Sekarang kondisinya rusak akibat orang yang tidak bertanggung jawab," tuturnya.

‎Terkait perbaikan fasilitas yang rusak tersebut, Catur mengaku tidak memiliki wewenang lebih jauh. Selaku petugas wilayah kelurahan, ia hanya bisa mendata dan meneruskan temuan lapangan ke pimpinan yang lebih tinggi agar mendapat perhatian serius. "Intinya saya hanya melaporkan," tutur Catur.

‎Minimnya pasokan air bersih dari hidran memaksa petugas pemadam kebakaran mencari alternatif lain yang dinilai kurang ideal, namun terpaksa dilakukan demi meminimalkan dampak kerugian material maupun korban jiwa. Catur menjelaskan petugas di lapangan harus bersiap mencari sumber air alami maupun saluran pembuangan di sekitar lokasi kejadian.

‎"Kalau terjadi kebakaran di wilayah dikategorikan susah sumber air, ya kami cari kali atau got yang terdekat untuk memadamkan kebakaran," ungkap Catur.

‎Strategi darurat memanfaatkan air permukaan ini bahkan sudah diterapkan penuh dalam penanganan beberapa kasus kebakaran terakhir di kawasan Kemayoran. Petugas terpaksa menyedot air keruh dari aliran sungai terdekat demi menjinakkan api yang berkobar di pemukiman warga. ‎"Karena memang lokasi kebakaran tersebut gak jauh dari Kali Jiung," ujar Catur.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar 250 bangunan semi permanen terdampak. Berdasarkan data sementara, sebanyak 300 kepala keluarga dengan 500 jiwa terdampak dalam kebakaran tersebut. Menurut keterangan pengurus RW setempat, api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah warga di belakang kediamannya. Kemudian, dilaporkan ke petugas pukul 21.15.

Polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan. Sebanyak lebih dari 25 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |