Alasan Lena Headey Tolak Tampil Vulgar di Game of Thrones

5 days ago 14
Alasan Lena Headey Tolak Tampil Vulgar di Game of Thrones Lena Headey(Variety)

AKTRIS Lena Headey melontarkan kritik tmengenai pengalamannya di industri hiburan Hollywood. Dalam wawancara dengan The Telegraph, pemeran Cersei Lannister di serial Game of Thrones itu mengkritik budaya yang dinilainya terlalu lama melindungi pria-pria predator di industri film.

Headey, yang pada 2017 ikut menuduh mantan produser film Harvey Weinstein melakukan pelecehan seksual, mengatakan ketimpangan kekuasaan di Hollywood membuat banyak aktris muda berada dalam posisi yang rentan.

"Perlindungan yang diberikan kepada pria-pria predator di industri ini karena kekuasaan yang mereka miliki benar-benar membuat saya marah. Karier seseorang bisa hancur hanya karena satu orang yang dibiarkan lolos begitu saja," ujar Headey.

Ia menambahkan, baru setelah gerakan #MeToo mencuat pada 2017 banyak orang menyadari bahwa kasus pelecehan seksual terjadi secara luas di industri hiburan.

Headey juga mengenang salah satu pertemuannya dengan Harvey Weinstein saat diminta datang ke hotel dengan alasan membahas naskah film. Saat suasana mulai terasa tidak nyaman, ia langsung menegaskan bahwa dirinya hanya tertarik pada urusan pekerjaan.

Menurut Headey, ketika memulai karier sebagai aktris, banyak pemain perempuan muda seolah harus menjalani "ritual" tertentu, seperti adegan ciuman, seks, hingga tampil vulgar demi mendapatkan peran.

"Kala itu saya hanya berpikir, 'Syukurlah saya mendapat pekerjaan.' Saya bahkan tidak mempertanyakan apakah situasi itu aman atau tidak. Sekarang ketika melihat ke belakang, saya sadar itu adalah pengalaman yang berat," katanya.

Headey juga menyinggung pengalaman syuting Game of Thrones, serial yang dikenal dengan banyak adegan seks dan ketelanjangan. Ia mengatakan dirinya beruntung sudah cukup berpengalaman sehingga mampu menetapkan batasan mengenai adegan yang ingin dijalaninya.

Salah satu keputusan yang paling banyak menuai kontroversi adalah ketika ia menggunakan pemeran pengganti untuk adegan Walk of Atonement pada musim kelima, di mana karakter Cersei berjalan telanjang di depan publik sebagai bentuk hukuman.

Saat diketahui bahwa adegan tersebut menggunakan pemeran pengganti dan bantuan efek visual, sebagian penggemar mengecam Headey di media sosial.

"Saya benar-benar terkejut dengan kemarahan itu. Seolah-olah saya telah menipu penonton," ujar Headey.

Ia menjelaskan bahwa adegan tersebut melibatkan ribuan figuran dan berlangsung selama beberapa hari. Menurutnya, jika harus tampil vulgar, ia tidak akan mampu memberikan emosi yang dibutuhkan karakter karena akan terus merasa berada dalam posisi defensif.

Sebelumnya, kepada Entertainment Weekly, Headey juga mengatakan dirinya tidak pernah menolak adegan vulgar secara mutlak. Namun, untuk adegan tersebut ia merasa penggunaan pemeran pengganti merupakan pilihan terbaik agar bisa tetap memberikan performa emosional yang sesuai dengan karakter Cersei.

Pernyataan terbaru Headey kembali memicu perbincangan mengenai perlindungan terhadap aktor dan aktris di lokasi syuting, terutama terkait adegan intim yang kini umumnya melibatkan intimacy coordinator, profesi yang belum menjadi standar ketika Game of Thrones diproduksi pada awal 2010-an.

(Variety/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |