Aksi Begal Marak, Pemkot Bandung Gencarkan Patroli

5 days ago 5
Aksi Begal Marak, Pemkot Bandung Gencarkan Patroli Maraknya aksi begal di Kota Bandung, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah pengamanan.(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

MARAKNYA aksi begal di Kota Bandung, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah pengamanan. Ini tentu saja membuat was-was warga, terutama yang beraktivitas di malam hari.

"Kini isu begal kembali mencuat pada akhir pekan. Meski berdasarkan paparan Kapolrestabes Bandung tingkat kriminalitas secara statistik mengalami penurunan, namun pemerintah tidak boleh hanya berpatokan pada angka. Yang paling penting adalah rasa aman masyarakat,"ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Senin (20/7).

Karena itu, Farhan mengaku segera menggelar rapat khusus bersama Kapolrestabes Bandung, untuk membahas langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keamanan di Kota Bandung. Aparat kepolisian saat ini bekerja keras menjaga keamanan melalui patroli, namun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

"Nanti saya akan rapat khusus dengan Pak Kapolres. Saya ingin mengetahui apa saja yang bisa didukung secara operasional oleh Pemkot supaya kepolisian bisa menjalankan tugasnya dengan lebih optimal," tandasnya.

Selain penguatan dukungan kepada aparat keamanan, Farhan juga menyoroti pentingnya membangun partisipasi masyarakat melalui semangat Warga Jaga Warga. Belakangan ini muncul anggapan bahwa menjaga keamanan sepenuhnya merupakan tugas aparat. 

"Padangan tersebut dapat melemahkan solidaritas sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat. Prinsip Warga Jaga Warga bukan berarti masyarakat menggantikan tugas negara. Aparat pemerintah dan kepolisian tetap bertanggung jawab menjalankan tugasnya. Tapi semangatnya adalah solidaritas dan gotong royong antarwarga," paparnya.

Farhan menilai semangat gotong royong merupakan nilai dasar bangsa yang harus terus dipertahankan di tengah meningkatnya tantangan keamanan perkotaan.

"Antitesis dari Warga Jaga Warga adalah individualisme. Padahal gotong royong merupakan nilai yang sangat mendasar dalam kehidupan berbangsa. Kita ingin mewujudkan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota, karena pada akhirnya polisi, wali kota, dan masyarakat sama-sama warga Kota Bandung," jelasnya.

Selain patroli keamanan, Farhan mengakui masih banyak titik jalan yang gelap dan berpotensi menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat. Pemkot Bandung saat ini tengah menyusun ulang anggaran agar program pengadaan dan perbaikan lampu penerangan jalan dapat berjalan lebih efektif.

"Saya akui masih ada jalan yang gelap. Karena itu kami sedang mengolah anggaran agar Kota Bandung bisa kembali terang. Memang prosesnya agak lama karena kami menyusun ulang perencanaannya," terangnya.

Menurut Farhan, pelaksanaan program penerangan jalan akan mulai berjalan pada triwulan ketiga hingga triwulan keempat tahun 2026. Ia memastikan proyek tersebut tetap menjadi prioritas dan akan dikerjakan melalui kolaborasi antara Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Jabar dan pemerintah pusat.

Dikesempatan tersebut, Farhan juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung agar tetap menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat. Saat ini tantangan yang dihadapi pemerintah kota tidak pernah berhenti, mulai dari penanganan keamanan, pohon tumbang, hingga berbagai kejadian darurat yang kerap terjadi di luar jam kerja. Karena itu, ia meminta ASN tidak menjadikan beban kerja sebagai alasan untuk mengeluh, melainkan tetap menunjukkan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat.

"Saya sampaikan kepada teman-teman ASN, jangan mengeluh. Kota Bandung ini tidak pernah bisa santai. Banyak persoalan yang muncul justru di luar jam kerja. Itulah konsekuensi sebagai pelayan masyarakat," tuturnya. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |