AI Google Dinilai belum Layak Menjadi Sumber Informasi Utama bagi Anak

5 days ago 17
AI Google Dinilai belum Layak Menjadi Sumber Informasi Utama bagi Anak ilustrasi(Magnific)

FITUR kecerdasan buatan (artificial intelligence) terintegrasi yang disematkan pada mesin pencari Google dinilai belum memiliki kematangan sistem yang cukup aman untuk dijadikan sebagai sumber informasi primer bagi kelompok usia anak dan remaja.

Dalam penilaian terbaru, Common Sense Media menyebut AI Overview dan AI Mode di Google Search berulang kali gagal mengenali tanda krisis pada pengguna muda, memberi saran yang tidak tepat, serta menghasilkan jawaban yang tidak konsisten. Fitur itu juga disebut tidak bisa dimatikan oleh orangtua maupun sekolah.

Penilaian tersebut dilakukan lewat lebih dari 2.600 pencarian menggunakan akun yang dikonfigurasi untuk pengguna usia 11 dan 15 tahun dengan SafeSearch aktif. 

Hasilnya, AI Google kerap menjawab dengan percaya diri, tetapi tidak selalu benar. Dalam beberapa kasus, sistem juga menyelesaikan tugas sekolah sepenuhnya, sehingga dikhawatirkan membuat anak terlalu bergantung pada teknologi tersebut. 

AI Google Tidak Konsisten

Common Sense Media juga menyoroti bahwa jawaban AI sering berubah dari satu pencarian ke pencarian berikutnya. Pada sejumlah pertanyaan sejarah, hasil yang diberikan tidak selalu sama. 

Kondisi ini dinilai berisiko karena Google Search adalah salah satu pintu utama anak dan remaja untuk mencari informasi sehari-hari. Lembaga itu menilai masalahnya bukan hanya soal akurasi, tetapi juga soal keselamatan.

Risiko AI untuk Anak

Risiko AI bagi anak dan remaja tidak berhenti pada informasi yang keliru. UNICEF pada Februari 2026 memperingatkan meningkatnya penyalahgunaan AI untuk membuat gambar seksual anak yang dipalsukan atau dimanipulasi. UNICEF menyebut deepfake semacam itu sebagai bentuk kekerasan seksual terhadap anak.

UNICEF juga merujuk studi bersama ECPAT dan INTERPOL di 11 negara yang menemukan sedikitnya 1,2 juta anak mengaku pernah menjadi korban manipulasi gambar menjadi deepfake seksual dalam satu tahun terakhir. 
Organisasi itu menilai perlindungan anak di ruang digital perlu diperkuat, termasuk lewat pencegahan, literasi digital, dan pengamanan yang lebih ketat pada teknologi AI.

Orangtua Tidak Bisa Mematikan Fitur AI

Berbeda dengan chatbot AI yang berdiri sendiri, fitur AI di Google Search menjadi bagian dari mesin pencari yang digunakan jutaan orang setiap hari.

Common Sense Media menyoroti bahwa hingga saat ini orangtua maupun sekolah tidak memiliki opsi untuk menonaktifkan AI Overview dan AI Mode pada Google Search. Padahal, survei lembaga tersebut sebelumnya menunjukkan ringkasan AI di mesin pencari menjadi salah satu fitur AI yang paling sering digunakan anak usia 9–17 tahun.

Karena itu, Common Sense Media merekomendasikan agar Google memberikan kendali lebih besar kepada keluarga dan sekolah untuk mengatur penggunaan fitur AI oleh anak di bawah umur.

(Commonsense/UNICEF/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |