Afgan Retrospektif The Concert: Selebrasi 18 Tahun Karier dalam Grand Symphonic Universe

6 days ago 17
 Selebrasi 18 Tahun Karier dalam Grand Symphonic Universe Afgan Retrospektif The Concert(MI/HO)

PROMOTOR Seven Star Production sukses menggelar Afgan Retrospektif: The Concert, sebuah pertunjukan bertajuk Grand Symphonic Universe yang menjadi selebrasi paling personal sepanjang 18 tahun perjalanan karier Afgan.

Berlangsung di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), konser ini menghadirkan pengalaman audio-visual yang megah bagi lebih dari 4.000 penonton.

Didukung oleh PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sebagai sponsor utama, konser ini merangkum perjalanan hidup Afgan melalui 30 lagu pilihan yang diaransemen ulang oleh maestro orkestra Erwin Gutawa. CEO & Founder Seven Star, Dolly Sartika, menyatakan kebanggaannya atas terwujudnya proses kreatif yang telah dipersiapkan selama hampir satu tahun tersebut.

Konsep Visual dan Narasi Empat Babak

Memasuki area konser, penonton disambut dengan desain panggung scaffolding yang terbuka. Konsep ini merupakan metafora kejujuran Afgan dalam membuka diri kepada penggemar. Pengalaman imersif diperkuat dengan teknik mirroring visual menggunakan layar reflektif dan inverted projection yang menciptakan kesan tanpa batas.

Pertunjukan disusun secara runut dalam empat babak utama yang menggambarkan evolusi musikal sang penyanyi:

Babak Representasi & Highlight Lagu
Babak I: Awal Karier Dibuka dengan Misteri Dunia bersama The Gandarians.
Babak II: Kemegahan Orkestra Overture megah Erwin Gutawa Orchestra dan lagu Jalan Terus.
Babak III: Eksplorasi Modern Sisi eksperimental melalui medley Shallow Water dan Say I'm Sorry.
Babak IV: Pendewasaan & Selebrasi Lagu Dia, Dia, Dia dan momen ikonik lepas kacamata di lagu Kacamata.

Kolaborasi Lintas Generasi dan Audio Sinematik

Konser ini juga menjadi panggung kolaborasi emosional. Afgan berduet dengan Kris Dayanti membawakan rangkaian medley seperti Kepastian dan Percayalah. Selain itu, Mahalini turut hadir membawakan lagu ikonik Sadis, sementara Petra Sihombing mengiringi lagu Peluk dengan nuansa akustik yang syahdu di tengah lautan cahaya flashlight penonton.

Dari sisi teknis, penggunaan cinematic sound surround di Plenary Hall JICC memberikan detail suara yang jernih dan mengelilingi penonton, menciptakan sensasi audio layaknya di dalam bioskop.

"18 tahun bukan sekadar tahun perjalanan bagi saya, tetapi juga bagi para fans. Konser ini merupakan selebrasi atas semua perjalanan yang telah kita lewati bersama—baik, buruk, menyenangkan, maupun menyedihkan," ujar Afgan.

Sinergi Talenta Kreatif Lokal

Keberhasilan konser ini tidak lepas dari tangan dingin Creative Director Shadtoto Prasetio yang merancang alur storytelling Grand Symphonic Universe. Di sisi estetika, Stylist Ajeng Svastiari memastikan Afgan tampil memukau dengan 100% karya desainer lokal Indonesia, mulai dari Sapto Djojokartiko, Sean & Sheila, Temma Prasetio, hingga Alto Project.

Dengan perpaduan musik orkestra yang megah, teknologi visual mutakhir, dan narasi yang personal, Afgan Retrospektif: The Concert sukses menetapkan standar baru bagi pertunjukan musik solo di tanah air. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |