Adaptasi Live-Action Moana Tuai Ulasan Pedas, Disebut Mirip Hasil AI

1 week ago 11
Adaptasi Live-Action Moana Tuai Ulasan Pedas, Disebut Mirip Hasil AI Film live-action Moana (2026) menuai kritik tajam dan hanya meraih skor 36% di Rotten Tomatoes. Kritikus menilai adaptasi Disney ini kehilangan pesona film animasi aslinya.(Disney)

MOANA (2026) hadir sebagai adaptasi live-action dari film animasi Moana yang dirilis pada 2016. Film garapan Thomas Kail itu masih mengikuti kisah yang sama, yakni petualangan Moana mengarungi samudra untuk menyelamatkan pulau asalnya bersama sang manusia setengah dewa, Maui.

Dwayne Johnson kembali memerankan Maui, sementara tokoh Moana diperankan aktris pendatang baru berdarah Australia-Samoa, Catherine Laga'aia.

Meski tetap mempertahankan alur cerita aslinya, banyak kritikus menilai versi live-action gagal menghadirkan keajaiban, emosi, dan daya tarik yang membuat film animasinya menjadi salah satu karya Disney paling dicintai.

Sejak tayang perdana pada 8 Juli 2026, film tersebut mendapat sambutan kurang menggembirakan. Hingga Jumat (10/7), Moana (2026) hanya memperoleh skor 36% di Rotten Tomatoes berdasarkan 110 ulasan kritikus.

Dinilai Kehilangan Pesona Film Aslinya

Sebagian besar kritik mengarah pada minimnya inovasi yang ditawarkan film tersebut. Banyak pengulas menilai Disney hanya memindahkan kisah animasi ke format live-action tanpa memberikan pengalaman baru bagi penonton.

Peter Bradshaw dari The Guardian menyebut film ini sebagai remake yang sebenarnya dikerjakan dengan cukup baik, tetapi tidak memiliki alasan kuat untuk dibuat.

"Ini merupakan remake live-action yang dikerjakan dengan cukup baik, tetapi terasa tidak memiliki tujuan, tidak menawarkan sesuatu yang menarik, dan hanya mengulang konsep dasar dari film aslinya," ujar Bradshaw.

Ia juga mengkritik penampilan Dwayne Johnson yang menurutnya terasa seperti bekerja secara otomatis. Selain itu, penggunaan efek CGI dinilai terlalu dominan hingga film tersebut masih terasa seperti animasi.

Di akhir ulasannya, Bradshaw bahkan menyebut film ini hanya terasa sekadar konten yang dibuat demi kepentingan komersial.

"Film ini terasa seperti sekadar konten yang tidak perlu, dibuat terutama agar bisa menghasilkan keuntungan," lanjutnya. 

Kritik senada datang dari Clarisse Loughrey dari The Independent. Dalam ulasan bintang satunya, ia menyebut Moana sebagai film yang menyia-nyiakan waktu sekaligus bakat semua orang yang terlibat.

"Film ini hanya membuang-buang waktu dan menyia-nyiakan bakat semua orang yang terlibat," unarnya.

Loughrey juga mempertanyakan keputusan Disney kembali menghadirkan Dwayne Johnson dengan penampilan yang nyaris sama seperti satu dekade lalu.

"Apakah kondisinya benar-benar sudah sedemikian buruk hingga kita harus menerima Dwayne Johnson mengulang persis penampilan pengisi suara yang sama seperti yang ia lakukan satu dekade lalu?" kritiknya.

Ia turut menyoroti visual film yang dinilai masih terasa seperti animasi, meski beberapa adegan disebut diambil langsung di Hawaii.

Disebut Mirip Hasil AI hingga Sekadar Cari Untung

Kritik yang lebih tajam datang dari John Nugent dari Empire. Menurutnya, karakter Maui yang dimainkan Dwayne Johnson terasa seperti buatan AI. Nugent juga menilai penyebutan live-action kurang tepat karena film masih sangat bergantung pada animasi digital.

"Karakter ini (Maui) terasa seperti hasil interpretasi yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI)," ujarnya.

Baginya, remake tersebut terasa tidak perlu dibuat karena film animasi Moana sudah mampu menghadirkan kisah pendewasaan yang menghibur, emosional, serta didukung musik yang kuat.

Sementara itu, Kevin Maher dari The Times menganggap Dwayne Johnson yang kini berusia 54 tahun sudah tidak lagi cocok memerankan Maui. Dalam ulasan bintang satu, Maher menyebut Johnson menilai penampilan bintang WWE tersebut kurang bertenaga.

"Usianya sudah sekitar tiga dekade terlalu tua untuk memerankan Maui. Penampilannya terasa aneh karena kurang bertenaga dan terlalu datar," ujar Maher.

Ia bahkan menyebut film tersebut sebagai proyek yang dibuat lebih untuk mengejar keuntungan dibandingkan menghadirkan karya kreatif.

Menurut Maher, versi live-action justru menghilangkan semangat petualangan, skala cerita, dan ambisi kreatif yang dimiliki film animasinya sehingga hasil akhirnya terasa datar dan membosankan.

Masih Menuai Pujian

Di tengah dominasi ulasan negatif, beberapa kritikus tetap memberikan apresiasi terhadap film tersebut. Owen Gleiberman dari Variety menilai Moana berhasil menghindari kelemahan yang sering dialami remake Disney.

"Film ini berhasil lolos dari kutukan yang sering menghantui film-film remake, bahkan mampu melampauinya," puji Owen.

Menurut Gleiberman, adaptasi ini masih mampu menghadirkan keindahan visual, humor, serta nuansa dongeng yang menjadi ciri khas versi animasinya.

Ia juga menyebut penampilan Dwayne Johnson sebagai Maui tetap "perfect" untuk karakter tersebut.

Senada, David Rooney dari The Hollywood Reporter menyebut Moana sebagai tontonan keluarga yang tetap memikat. Ia memuji penggunaan warna-warna cerah, desain produksi yang menarik, serta latar tropis yang dinilai menjadi kekuatan utama film tersebut.

Disney Masih Terus Bertaruh pada Film Live-Action

Moana disutradarai Thomas Kail, yang dikenal sebagai sutradara panggung musikal Hamilton dan untuk pertama kalinya menggarap film layar lebar. Sementara itu, naskah kembali ditulis Jared Bush, dengan musik garapan Lin-Manuel Miranda tetap dipertahankan.

Dalam sekitar 15 tahun terakhir, Disney telah merilis lebih dari 20 remake live-action dari film-film animasi klasiknya dengan hasil yang beragam.

The Little Mermaid (2023) gagal memenuhi ekspektasi di box office. Namun, Disney bangkit melalui Mufasa: The Lion King pada 2024. Tahun berikutnya, studio tersebut dikabarkan mengalami kerugian sekitar US$170 juta dari remake Snow White, sebelum akhirnya menutup kerugian lewat kesuksesan Lilo & Stitch versi live-action yang meraup pendapatan sekitar US$1 miliar di box office global. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |