Senior Happy Run 5K yang digelar pada Minggu (12/7) itu diselenggarakan oleh Paguyuban Pensiunan Pariwisata. Lomba lari dengan rute sepanjang 5 kilometer dan batas waktu penyelesaian (cut off time) selama dua jam tersebut, menurut Dewan Pembina Paguyuban P(MI/Iis Zatnika)
Acara race atau lomba lari dengan titik start dan finis di halaman Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, terbilang istimewa. Pesertanya sekitar 900 orang berusia 50 tahun ke atas, dengan mayoritas berusia 60 hingga 70 tahun.
Senior Happy Run 5K yang digelar pada Minggu (12/7) itu diselenggarakan oleh Paguyuban Pensiunan Pariwisata. Lomba lari dengan rute sepanjang 5 kilometer dan batas waktu penyelesaian (cut off time) selama dua jam tersebut, menurut Dewan Pembina Paguyuban Pensiunan Pariwisata yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011–2014, Sapta Nirwandar, merupakan ajang pertama di Jakarta yang secara khusus ditujukan bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas.
Menggandeng berbagai komunitas lansia, di antaranya Paguyuban Lansia Aktif Peduli, kegiatan olahraga ini juga dipadukan dengan kampanye promosi destinasi wisata Indonesia.
"Para senior adalah orang-orang yang telah melalui perjalanan karier yang panjang. Mereka tetap membutuhkan aktivitas olahraga agar sehat sekaligus memiliki ruang untuk bersosialisasi dengan sesama maupun masyarakat," ujar Sapta.
Ketua Pelaksana Senior Happy Run 2026, Oni Yulfian, mengatakan seluruh peserta diminta mengisi data kondisi kesehatan saat pendaftaran serta menjalani verifikasi ketika mengambil nomor peserta (BIB). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta layak mengikuti lomba.
"Kegiatan ini lahir dari kebutuhan para senior untuk tetap aktif, sehat, dan memiliki ruang bersosialisasi setelah memasuki masa purnatugas," kata Oni.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menjelaskan peserta dibagi ke dalam lima kelompok yang merepresentasikan lima destinasi pariwisata prioritas Indonesia, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo. Masing-masing kelompok menggunakan warna BIB yang berbeda sesuai destinasi yang diwakili.
Selain kecepatan menyelesaikan lomba, panitia juga memberikan penilaian terhadap kreativitas peserta, mulai dari penampilan dan kostum terbaik hingga kategori media sosial. Panitia juga menyediakan hadiah berupa voucher perjalanan wisata ke Yogyakarta dan Bali sebagai bagian dari promosi pariwisata nasional.
"Kami berharap penyelenggaraan perdana ini dapat menjadi agenda tahunan. Jika tahun ini jumlah peserta telah mencapai lebih dari 900 orang, pada penyelenggaraan berikutnya panitia menargetkan hingga 5.000 peserta," ujar Oni.
Salah satu peserta yang naik podium sebagai juara kedua adalah Bambang Suharmanto (59), pensiunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia berhasil mencapai garis finis dalam waktu sekitar 17 menit.
"Saya mulai serius berlari pada 2023. Saya berlatih enam hari dalam seminggu, mulai pukul 08.00 hingga 10.00, dengan jarak minimal sekitar 10 kilometer. Latihannya bervariasi, mulai dari interval, tempo run, fartlek, easy run, hingga latihan beban. Konsistensi merupakan faktor terpenting bagi siapa pun yang ingin tetap sehat di usia senior. Mulailah sesuai kemampuan. Kalau belum mampu berlari jauh, mulai saja dari tiga kilometer tanpa berhenti, lalu tingkatkan secara bertahap," kata Bambang.
Memilih berlatih di jalan sekitar rumahnya, Bambang telah beberapa kali naik podium pada kategori master usia 45 tahun ke atas dan rutin mengikuti lomba maraton dengan catatan waktu terbaik 3 jam 40 menit.
"Bagi para senior, olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup. Selain menjaga kebugaran, aktivitas fisik juga menjadi sarana untuk tetap produktif dan menikmati masa pensiun dengan sehat serta bahagia," ujarnya. (X-6)

















































