Peserta lomba adu layangan di kawasan industri JISC, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.(MI/Reza Sunarya)
SEBANYAK 256 peserta dari berbagai provinsi mengikuti Festival Ngadu Layangan yang digelar di kawasan industri JISC, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu-Minggu (18-19/7). Ajang tersebut menjadi upaya melestarikan permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan permainan digital.
Peserta berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, serta berbagai daerah di Jawa Barat. Mereka bertanding menggunakan sistem freestyle pada kelas ukuran layangan 53–58.
Ketua Pelangi Jabar, Mulyana, mengatakan festival tersebut merupakan ajang perdana yang diselenggarakan komunitasnya dengan melibatkan ratusan pehobi layangan dari berbagai daerah.
"Peserta yang ikut di festival layangan ini ada 256 orang, berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Tangerang, Banten, dan berbagai wilayah yang ada di Jawa Barat," kata Mulyana.
Menurut dia, setiap peserta harus mengumpulkan dua poin kemenangan untuk dapat melaju ke babak berikutnya hingga semifinal dan final.
Festival berlangsung meriah. Hembusan angin yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi peserta untuk mengendalikan layangan sekaligus memutus benang lawan menggunakan benang gelasan.
Sorak-sorai penonton pecah setiap kali salah satu layangan berhasil memutus benang lawannya. Tidak sedikit penonton yang berlari mengejar layangan yang putus dan terbawa angin.
KEMAMPUAN BACA ARAH ANGIN
Salah seorang peserta, Regina Mulya Dwi Yanti, mengaku senang dapat bersaing di tengah dominasi peserta laki-laki. Menurutnya, keberhasilan dalam adu layangan sangat ditentukan oleh kemampuan membaca arah angin. "Di festival layangan kali ini saya justru bisa mengalahkan lawan, meski tantangannya harus bisa menentukan arah angin," ujar Regina.
Sementara itu, pegiat layangan Ade Jo berharap festival serupa dapat digelar secara rutin agar permainan tradisional tetap diminati generasi muda.
"Semoga permainan tradisional ngadu layangan bisa konsisten diadakan setiap tahun. Permainan ini juga diharapkan dapat mengalihkan anak-anak dari kebiasaan bermain gawai sehingga kembali mengenal permainan tradisional seperti layangan," katanya.
Ia menilai turnamen tersebut menjadi momentum penting bagi komunitas layangan di Purwakarta karena selain menjadi festival perdana, juga menawarkan hadiah yang menarik sehingga mampu menarik peserta dari berbagai daerah.
Ngadu layangan merupakan salah satu permainan tradisional yang populer di Indonesia. Dalam permainan ini, peserta saling mengadu layangan dengan tujuan memutus benang lawan menggunakan benang gelasan. Selain membutuhkan layangan yang lincah, permainan tersebut juga mengandalkan keterampilan, strategi, serta kemampuan membaca arah dan kekuatan angin. (E-2)

















































