2 Tewas usai Baku Tembak di Festival Latin Terbesar Kanada

1 week ago 21
2 Tewas usai Baku Tembak di Festival Latin Terbesar Kanada Festival Salsa on St. Clair di Toronto berubah menjadi horor setelah aksi baku tembak di tengah kerumunan 13.000 orang menewaskan dua warga.(CTV News)

KEGEMBIRAAN dalam festival jalanan Latin terbesar di Kanada berubah menjadi tragedi mencekam. Dua orang tewas dan empat lainnya luka parah setelah setidaknya dua orang pelaku terlibat aksi saling tembak di tengah kerumunan sekitar 13.000 pengunjung festival Salsa on St. Clair di Toronto, Sabtu.

Wakil Kepala Kepolisian Toronto, Frank Barredo, mengonfirmasi total ada enam orang yang tertembak dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian meyakini beberapa tersangka saat ini masih buron. Dua korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai laki-laki, sementara empat korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Ini tampaknya merupakan aksi saling tembak antara dua individu yang saling menargetkan satu sama lain," kata Barredo dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa penembakan tersebut "secara membabi buta menempatkan sejumlah besar orang dalam bahaya."

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di tiga tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil menyita dua senjata api. Akibat penyelidikan yang masih berlangsung, penyelenggara memutuskan untuk membatalkan hari kedua festival yang seharusnya berlangsung pada hari Minggu.

Pengunjung Panik dan Ketakutan

Rekaman video dari media lokal memperlihatkan kepanikan massal saat para pengunjung festival berlarian di trotoar untuk menyelamatkan diri. Puluhan kendaraan SUV polisi, mobil patroli, kendaraan taktis lapis baja, hingga ambulans langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Joanna Lavoie, seorang jurnalis media Kanada CP24 yang kebetulan sedang menghadiri festival tersebut, menceritakan bagaimana suasana ceria langsung berubah mencekam begitu suara tembakan terdengar.

"Semua orang berada dalam ketidakpercayaan dan ketakutan. Itu adalah situasi yang menakutkan. Kami di sini untuk bersenang-senang... kami tidak menduga hal seperti ini akan terjadi, dan itu adalah hal terakhir yang kami harapkan," ujar Lavoie.

Kesaksian serupa disampaikan oleh Valerie Rodriguez, yang sedang duduk di luar sebuah restoran saat insiden terjadi. Ia melihat kerumunan orang berlarian sambil berteriak dan meminta semua orang untuk segera tiarap di lantai.

Kecaman dari Otoritas Setempat

Wali Kota Toronto, Olivia Chow, mengecam keras insiden berdarah ini dan menyebutnya sebagai tindakan kekerasan yang keji. Ia berjanji akan mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk menangkap para pelaku.

"Saya akan memastikan Polisi Toronto memiliki setiap sumber daya yang mereka butuhkan untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab, dan mereka akan terus bekerja sepanjang waktu untuk menyingkirkan senjata dari jalanan kita," tegas Chow melalui pernyataannya di platform X.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga menyatakan dirinya merasa "ngeri" atas penembakan mematikan di festival yang padat tersebut.

"Doa saya menyertai keluarga yang berduka atas orang-orang terkasih mereka... dan semua orang yang telah terdampak oleh peristiwa mengerikan ini," tulis Carney.

Meskipun kekerasan bersenjata yang mematikan tergolong lebih jarang terjadi di Kanada dibandingkan di Amerika Serikat berkat undang-undang kepemilikan senjata yang jauh lebih ketat, insiden massal ini menjadi pukulan telak kedua bagi Kanada setelah kasus penembakan serupa di Montreal kurang dari tiga minggu lalu. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |