14 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, Ketersediaan Air Bersih untuk Bantuan Ditambah Menjadi 129 Juta Liter

1 week ago 12
14 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, Ketersediaan Air Bersih untuk Bantuan Ditambah Menjadi 129 Juta Liter Bantuan air bersih kembali disalurkan ke sejumlah desa di Pemalang akigat kekeringan karena sumber mata air dan sumur warga yang sudah mengering.(MI/Akhmad Safuan)

KEMARAU panjang yang berlangsung di Jawa Tengah membuat 14 daerah tetapkan siaga darurat kekeringan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah daerah menambah ketersediaan air bersih untuk bantuan dari sebelumnya 123 juta liter menjadi 129 juta liter. 

Pemantauan Media Indonesia Senin (13/7) kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah, selain kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena sejumlah sumur yang mulai mengering, juga berdampak kebutuhan air pada pertanian akivat air sungai menyusut. 

Hujan yang tidak turun hingga beberapa bulan, bahkan diperkirakan akan berlangsung hingga September mendatang, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah daerah melakukan langka mitigasi bencana kekeringan liter, bahkan 14 daerah sudah menetapkan siaga kekeringan. 

"Kami terpaksa mencari sumber sumber air di lokasi cukup jauh hibgfa beberapa kilometer dari desa, karena sumur dan mata air di desa sudah kering, " ujar Riyadi, 50, warga Pulosari, Pemalang. 

Sebagai langkah memenuhi kebutuhan warga, Kepala Pelaksana BPBD Pemalang Agus Ikmaludin mengaku telah mulai mengucurkan bantuan air bersih untuk 11 desa di daerah ini yang mengalami kekeringan yaitu Desa Clekatakan, Penakir, Gambuhan, Nyalembeng, Batursari, Pulosari, Pagenteran, Siremeng, dan CikendungCikendung (Kecamatan Pulosari), Desa Belik dan Desa Gombong (Kecamatan Belik). 

Hal serupa juga di ungkapkan warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Jepara Ruminah bahwa sudsh beberapa pekan ini, warga mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena sekain sunur dan sungai yang sudah mengering juga belum tersambung dengan saluran PDAM. 

Sementara itu Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudjo Martantono mengatakan bahwa sejumlah kawasan di Kota Semarang masuk zona kuning kekeringan, sehingga sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih, maka telah menyiapkan 900 ribu liter air bersihkan bantuan untuk disalurkan. 

Menurut Endro Pudjo Martantono Kawasan di Kota Semarang masuk zona kuning kekeringan yakni Kelurahan Rowosari, Meteseh, Bulusan, dan Mangunharjo (Kecamatan Tembalang), Kelurahan Wonosari (Kecamatan Ngaliyan),  Kelurahan Mangkang, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan (Kecamatan Tugu) dan Kelurahan Sadeng, Cepoko, dan Sukorejo (Kecamatan Gunungpati) 

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan membenarkan bahwa sejumlah daerah di Jawa Tengah telah mulai terjadi kekeringan, sehingga mengantisipasi bencana tersebut telah dilakukan mitigasi bencana kekeringan yakni dengan mengirimkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak. 

"Kita lakukan penambahan ketersediaan air bersih untuk bantuan dari sebelumnya 123 juta liter menjadi 129 juta liter, karena jumlah daerah terdampak kekeringan meningkat, " ujar Bergas Catursasi Penanggungan. 

Selain itu, demikian Bergas Catursasi Penanggungan, gunakan mengambil langkah cepat dalam menanggulangi bencana kekeringan tersebut, 14 daerah di Jawa Tengah teksh menetapkan siaga bencana kekeringan serta  lima daerah diantaranya terdampak paling signifikan yakni Kabupaten Klaten, Banjarnegara, Pemalang, Cilacap dan Purbalingga.

Meskipun kemarau panjang, ungkap Bergas Catursasi Penanggungan, berdasarkan data diperoleh dari Dinas PUPR Jawa Tengah ketersediaanair di bendungan dsn waduk yang ada masih mencukupi untuk kebutuhan pertanian musim tanam pertama hingga ketiga (MT1, MT2, dan MT3). "Petani di Jawa Tengah jangan resah, ketersediaan air masih mencukupi, " tambahnya. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |