Ilustrasi taman nasional.(MI/Denny S)
RENCANA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk menambah jumlah petugas lapangan kehutanan atau forest ranger hingga 70.000 personel mendapat apresiasi positif dari WWF Indonesia. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan sekaligus melindungi habitat satwa liar dari berbagai ancaman seperti perambahan dan perburuan liar.
Ketua WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, menyatakan bahwa penambahan personel yang digagas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan kebijakan yang telah lama dinantikan oleh para pegiat konservasi. Menurutnya, keterbatasan jumlah petugas selama ini menjadi celah bagi kerusakan hutan di wilayah dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi.
"Karena sebelumnya ranger sangat kurang, sehingga kawasan-kawasan yang memiliki nilai kehati tinggi rawan terhadap perambahan, illegal logging, dan perburuan. Contohnya di Aceh, kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektar hanya diawasi oleh 32 petugas penjaga hutan. Angka ini sangat tidak rasional, karena satu orang ranger idealnya mengawasi paling tinggi 1.000 hektar," ujar Aditya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/7).
Aditya menambahkan, rencana penambahan hingga 70.000 personel membawa harapan baru dalam menjaga sekitar 125 juta hektare kawasan hutan Indonesia yang menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik. Namun, ia menekankan bahwa kuantitas harus dibarengi dengan kualitas.
"Aspek kualitas, sumber daya operasionalnya, kesejahteraan, dan jaminan keselamatan kerja juga harus ditingkatkan seiring peningkatan jumlahnya. Sehingga dapat menjaga hutan secara optimal," paparnya.
WWF Indonesia juga secara khusus mendukung langkah Menhut yang memulai penguatan petugas lapangan di 13 taman nasional. Kawasan tersebut saat ini menjadi proyek percontohan (pilot project) inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional.
Aditya menyarankan agar penambahan petugas lapangan ini dimasukkan ke dalam program quick win Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional. Selain penambahan jumlah, revitalisasi kurikulum pendidikan bagi forest ranger juga dianggap krusial.
"Salah satunya dengan memperkuat kembali Nature Conservation School. Selain berdampak langsung terhadap kelestarian ekosistem, hal ini akan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional dalam pengelolaan kawasan konservasi," pungkas Aditya. (I-1)

















































