Waspada Pemicu Batu Ginjal Selain Kurang Minum Air Putih

4 days ago 3
Waspada Pemicu Batu Ginjal Selain Kurang Minum Air Putih Ilustrasi(magnific)

BATU ginjal sering kali dianggap hanya disebabkan oleh kurangnya konsumsi air putih. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa pola makan sehari-hari memegang peranan krusial dalam pembentukan kristal di saluran kemih.

Menurut Harvard Health Publishing, batu ginjal terbentuk ketika zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat mengendap di dalam urine hingga mengkristal dan menimbulkan nyeri hebat.

Kondisi ini merupakan gangguan saluran kemih yang umum terjadi, tetapi risikonya dapat ditekan secara signifikan melalui pengaturan asupan nutrisi yang tepat.

Garam dan Gula: Ancaman Tersembunyi

Makanan tinggi natrium atau garam menjadi salah satu pemicu utama karena kemampuannya meningkatkan kadar kalsium dalam urine. Hal ini memperbesar risiko terbentuknya batu ginjal jenis kalsium oksalat. Selain garam dapur, sumber natrium tinggi banyak ditemukan pada produk olahan dan makanan cepat saji.

Tidak hanya garam, konsumsi gula tambahan juga terbukti berbahaya. Sebuah penelitian dalam Frontiers in Nutrition yang dikutip Harvard Health mengungkapkan korelasi signifikan antara asupan gula dan risiko batu ginjal.

Faktor Risiko Dampak pada Tubuh Sumber Makanan Umum
Tinggi Natrium (Garam) Meningkatkan kalsium dalam urine Mi instan, daging olahan, camilan kemasan, makanan kaleng.
Gula Tambahan Meningkatkan risiko hingga 88% (jika asupan >25% kalori harian) Minuman bersoda, sirup, permen, es krim, kue.
Protein Hewani Berlebih Menaikkan asam urat & menurunkan sitrat (penghambat kristal) Daging merah, unggas, makanan laut, telur.

Protein Hewani dan Makanan Tinggi Oksalat

Konsumsi protein hewani secara berlebihan, seperti daging merah dan makanan laut, dapat memicu kenaikan kadar asam urat sekaligus menurunkan kadar sitrat dalam urine. Padahal, sitrat adalah zat alami yang berfungsi menghambat pembentukan kristal.

Di sisi lain, beberapa makanan sehat seperti bayam, bit, cokelat, dan teh mengandung oksalat tinggi. Bagi individu yang rentan, makanan ini perlu dikonsumsi dengan bijak.

Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi oksalat bersamaan dengan sumber kalsium alami seperti yogurt atau keju guna membantu mengikat oksalat di usus sebelum mencapai ginjal.

Tips Pencegahan Menurut Harvard Health:

  • Jaga hidrasi dengan minum air putih yang cukup agar urine tetap encer.
  • Penuhi kebutuhan kalsium harian dari sumber makanan alami.
  • Batasi konsumsi garam dan gula tambahan secara ketat.
  • Perbanyak konsumsi buah sitrus (lemon/jeruk) yang kaya sitrat alami.

Dengan menerapkan pola makan seimbang dan menjaga asupan cairan, risiko pembentukan batu ginjal dapat diminimalisasi, sekaligus menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah tetap stabil. (Harvard Health/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |