Ilustrasi(Sumber: Magnific)
Nyeri dada yang muncul saat beraktivitas sering kali dianggap sebagai tanda kelelahan atau kurang istirahat. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa keluhan tersebut tidak boleh disepelekan karena bisa menjadi salah satu tanda awal gangguan jantung, bahkan pada kelompok usia muda.
Selama ini, penyakit jantung identik dengan kelompok lanjut usia. Padahal, perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok membuat risiko penyakit jantung dapat muncul lebih awal. Salah satu gejala yang perlu mendapat perhatian serius adalah rasa nyeri, tekanan, atau rasa tidak nyaman pada dada ketika tubuh melakukan aktivitas yang membutuhkan tenaga lebih besar.
Menurut American Heart Association (AHA), nyeri dada akibat gangguan jantung dapat berupa rasa tertekan, berat, sesak, atau sensasi seperti dada diremas. Kondisi ini dikenal sebagai angina, yaitu gejala yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup akibat adanya penyempitan pembuluh darah koroner.
Gejala tersebut biasanya muncul ketika jantung bekerja lebih keras, misalnya saat berolahraga, menaiki tangga, atau melakukan aktivitas berat lainnya. Meski keluhan dapat berkurang ketika seseorang beristirahat, kondisi ini tetap perlu diperiksa secara medis karena dapat menjadi indikasi adanya masalah serius pada jantung.
Selain nyeri dada, beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi:
- Sesak napas dan jantung berdebar.
- Mudah lelah dan pusing.
- Keringat dingin dan mual.
- Rasa sakit yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung.
AHA menyebutkan bahwa gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda peringatan serangan jantung yang membutuhkan penanganan medis segera.
Faktor Risiko pada Usia Muda
Risiko penyakit jantung pada usia muda dapat meningkat akibat berbagai faktor kesehatan dan gaya hidup, di antaranya:
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kolesterol tinggi.
- Diabetes dan obesitas.
- Kurang olahraga serta pola makan tinggi lemak dan gula.
- Kebiasaan merokok yang berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah.
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Langkah Pencegahan dan Penanganan
Pencegahan dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah krusial untuk menjaga kesehatan jantung.
Masyarakat disarankan untuk segera mencari bantuan medis apabila mengalami nyeri dada yang berlangsung lama, terasa semakin berat, atau disertai sesak napas dan keringat dingin. Mengenali tanda-tanda awal penyakit jantung secara dini dapat membantu pasien mendapatkan penanganan lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi serius di masa depan. (Sumber: American Heart Association, Alodokter)

















































