Suasana polusi udara yang menyelimuti kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jakarta,(ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wpa.)
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai persoalan polusi udara di Jakarta belum dapat diselesaikan hanya dengan langkah-langkah jangka pendek saat musim kemarau. Buruknya kualitas udara di Ibu Kota dinilai persoalan struktural yang lahir dari akumulasi aktivitas pembangunan, transportasi, hingga industri yang telah melampaui daya dukung lingkungan.
“Polusi udara Jakarta bukan persoalan insidental atau dipicu satu kejadian tertentu. Ini persoalan yang sudah bersifat struktural karena sumber emisinya berasal dari banyak aktivitas yang terakumulasi,” ujar Direktur WALHI Jakarta, Aminullah saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (21/7).
Anca, sapaan akrabnya mengatakan, berbeda dengan daerah lain yang pencemaran udaranya dipicu kebakaran hutan atau kejadian sesaat, Jakarta menghadapi tekanan emisi setiap hari.
Aktivitas kendaraan bermotor, kawasan industri, hingga pembangunan perkotaan menjadi penyumbang utama penurunan kualitas udara.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan Jakarta belum sepenuhnya mengarah pada konsep yang ramah lingkungan. Akibatnya, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup terus tergerus.
“Ketika aktivitas yang menghasilkan emisi terus bertambah sementara kemampuan lingkungan menyerap pencemaran tidak meningkat, maka daya tampung lingkungan akan terlampaui. Indikatornya adalah munculnya pencemaran udara, air, dan berbagai persoalan lingkungan lainnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) yang akan menjadi acuan pembangunan lingkungan Jakarta selama 30 tahun ke depan.
Menurut Anca, substansi utama yang harus diperkuat dalam regulasi tersebut adalah tata kelola lingkungan dan penegakan hukum.
“Beban lingkungan Jakarta sudah sangat besar. Aktivitas yang menghasilkan emisi tinggi harus mulai dibatasi dan dibarengi penegakan hukum yang konsisten,” katanya. (H-4)

















































