(MI/HO )
HANYA berselang satu pekan dari peluncuran resminya, Cinta Quran Foundation bersama Yayasan Masjid Nusantara secara resmi memulai pembangunan masjid pertama dalam Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna. Acara ditandai dengan peletakan batu pertama Masjid Ar-Rahman di Kampung Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu (19/7/2026).
Langkah cepat ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam menjaga amanah para wakif. Sebelumnya, Grand Launching Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna digelar dalam ajang Amazing Muharram 15: Reset Your Life pada 12 Juli 2026 di Jakarta. Dalam acara tersebut, komitmen wakaf terhimpun hingga 40 masjid dengan nilai setara Rp20 miliar hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
Masjid Ar-Rahman, yang sebelumnya bernama Masjid Babuttakwa, dipilih sebagai titik awal karena pembangunannya sempat terhenti akibat bencana alam, sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekitar. Pembangunan kembali masjid ini didukung penuh oleh BCA Syariah melalui program corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Dewan Pembina sekaligus Founder Cinta Quran Foundation Ustaz Fatih Karim menegaskan bahwa eksekusi cepat ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam menaungi niat mulia umat. "Alhamdulillah, cuma butuh waktu satu minggu dari acara Amazing Muharram, langsung kita tunaikan amanah itu semua. Kami hadir di Aceh Tamiang untuk memulai pembangunan Masjid Ar-Rahman, masjid pertama dari target 99 masjid yang akan didirikan di seluruh Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kecepatan ini mematahkan anggapan bahwa realisasi komitmen donasi membutuhkan waktu lama. "Niat baik yang disambut aksi cepat akan melahirkan keberkahan bagi umat. Masjid adalah pusat kawah candradimuka keimanan. Rumah kedua kita, tempat pulang dan pamit sebelum diantar menghadap Allah SWT," imbuh Fatih.
Proses Seleksi Ketat dan Asesmen Mendalam
Meski dieksekusi dengan sangat cepat, penentuan lokasi pembangunan masjid tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap titik lokasi telah melalui proses asesmen yang ketat dan terukur oleh tim Yayasan Masjid Nusantara selaku mitra pelaksana.
Asesmen ini mencakup evaluasi kelayakan teknis, tingkat urgensi kebutuhan masyarakat sekitar, histori keterbatasan fasilitas, potensi keterpakaian, hingga kesiapan warga lokal untuk memakmurkan masjid. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap dana wakaf disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak sosial-keagamaan yang maksimal.
Menghidupkan Ekosistem Dakwah
Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna mengusung misi membangun maupun merenovasi rumah ibadah di berbagai pelosok Indonesia, terutama di daerah terpencil, rawan bencana, dan wilayah yang minim fasilitas keagamaan. Setiap masjid nanti disematkan satu nama dari Asmaul Husna sebagai simbol keindahan dan pengingat sifat-ifat Allah SWT.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, program ini dirancang untuk menghidupkan ekosistem dakwah dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, yang mencakup:
- Pusat Pembelajaran Al-Qur'an bagi anak-anak dan masyarakat umum.
- Sarana Pembinaan Akidah & Dakwah untuk melahirkan generasi penggerak kebaikan.
- Pusat Kegiatan Sosial & Kemanusiaan, termasuk pengelolaan qurban dan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
Capaian Donasi dan Peluang Partisipasi
Hingga saat peletakan batu pertama Masjid Ar-Rahman dilaksanakan, dukungan fundraising telah berhasil mengumpulkan pendanaan untuk 61 masjid dari total target 99 masjid. Capaian ini menunjukkan besarnya kepercayaan donatur serta antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gerakan ini.
Cinta Quran Foundation masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, komunitas, hingga sektor korporasi untuk mengambil bagian dalam mewujudkan 38 titik masjid sisanya. Partisipasi dapat dilakukan melalui wakaf satu masjid secara utuh, wakaf kolektif, wakaf parsial, maupun skema kolaborasi CSR.
Melalui program ini, Cinta Quran Foundation menegaskan kiprahnya untuk terus menghadirkan manfaat yang menjangkau pelosok Nusantara dari Sabang sampai Merauke, melengkapi program dakwah global yang telah berjalan di Jepang, Kanada, dan Australia. (I-2)

















































