Viral Twibbon MPLS tidak Etis di Denpasar, SMK PGRI 5 Beri Pembinaan Khusus

4 hours ago 3
Viral Twibbon MPLS tidak Etis di Denpasar, SMK PGRI 5 Beri Pembinaan Khusus Beberapa twibbon MPLS SMK PGRI 5 Denpasar(Ist)

PUBLIK di Bali, baru-baru ini, digegerkan oleh unggahan foto twibbon salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Denpasar yang viral di media sosial. Foto tersebut memicu kontroversi lantaran menampilkan calon peserta didik baru dengan pakaian seksi dan pose yang dinilai tidak sesuai dengan etika pelajar, terutama dalam konteks Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menanggapi situasi tersebut, pihak SMK PGRI 5 Denpasar segera mengambil langkah tegas. Kepala Sekolah SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menindaklanjuti temuan tersebut dengan meminta siswa yang bersangkutan menghapus unggahan dan mengganti foto mereka.

Klarifikasi Pihak Sekolah

Nuning menegaskan bahwa sekolah telah memberikan panduan serta contoh visual yang jelas mengenai standar foto yang diperbolehkan untuk diunggah ke dalam twibbon. Ia membantah adanya arahan dari sekolah untuk menggunakan pakaian yang tidak pantas.

"Kami sudah memberikan contoh video dan foto yang harus diunggah, sehingga tidak mungkin sekolah menyarankan penggunaan pakaian yang tidak pantas," ujar Nuning saat dikonfirmasi di Denpasar, Selasa (14/7/2026).

Meski panduan telah diberikan, Nuning mengungkapkan bahwa siswa yang bersangkutan sempat mempertanyakan kebijakan sekolah tersebut. Saat ini, proses penelusuran lebih lanjut sedikit terkendala karena akun media sosial siswa tersebut telah diubah menjadi mode privat dan menggunakan identitas yang berbeda.

Data Penanganan Kasus Twibbon Viral:

Aspek Keterangan
Lokasi Kejadian SMK PGRI 5 Denpasar, Bali
Pemicu Masalah Foto twibbon MPLS dengan pakaian dan pose tidak etis
Tindakan Sekolah Instruksi ganti foto dan pembinaan via Guru BK
Kendala Akun media sosial diprivat dan ganti identitas

Sorotan DPRD Bali dan Peran Orangtua

Kasus ini juga menarik perhatian Anggota Komisi IV DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka. Pria yang akrab disapa Gung Cok ini menekankan bahwa tanggung jawab mendidik moral siswa tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.

Menurut politikus Golkar tersebut, durasi pertemuan guru dan siswa di sekolah sangat terbatas, sehingga peran orangtua menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter dan mental anak sejak dini.

"Kalau di sekolah itu, guru kan hanya sebentar saja ketemunya. Peran orang tua ini sangat penting sekali dalam mendidik moral dan mental anak," tegas Gung Cok.

Sebagai langkah antisipasi, pihak terkait akan melakukan penelusuran dan pembinaan ke berbagai sekolah yang saat ini tengah menyelenggarakan MPLS. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan para siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial selama masa pengenalan sekolah. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |