Refleksi 20 Tahun Sekolah Sukma Bangsa: Merawat Perdamaian dan Inovasi Pendidikan di Aceh

4 hours ago 2
 Merawat Perdamaian dan Inovasi Pendidikan di Aceh Salah satu kegiatan yang diadakan dalam rangka ulang tahun ke 20 Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Selasa (14/7).(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

REFLEKSI 20 tahun usia Sekolah Sukma Bangsa (SSB) di Aceh menjadi sebuah napak tilas sejarah perjuangan pendidikan pascagempa dan tsunami dahsyat yang melanda pesisir Samudera Hindia, dua dekade silam. Berdiri di atas puing keterpurukan, sekolah berkarakter dan ramah lingkungan ini kini merayakan dua dekade perjalanannya dalam membangun kembali peradaban melalui pendidikan.

Memperingati hari jadi tersebut, SSB di wilayah Pidie, Bireuen, dan Lhokseumawe menggelar doa bersama dan pembacaan Yasin yang melibatkan seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga karyawan.

Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk syukur atas eksistensi sekolah dalam merawat perdamaian dan mencerdaskan generasi masa depan Aceh.

Seminar Internasional dan Manajemen Konflik

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, SSB menyelenggarakan Seminar Internasional yang menghadirkan pakar dari dalam dan luar negeri. Fokus utama pembahasan meliputi isu strategis pendidikan, kepemimpinan, serta pengembangan generasi mendatang. Salah satu agenda krusial adalah Seminar Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (MKBS).

Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari, yang akrab disapa Abi Martin, menekankan bahwa kemampuan mengelola perbedaan adalah kompetensi vital.

"Sekolah adalah miniatur masyarakat. Melalui seminar MKBS, kami ingin memperkuat kapasitas pendidik dalam membangun budaya dialog dan mengelola perbedaan secara sehat," ujarnya pada Selasa (14/7).

Inovasi Teknologi dan Kolaborasi Global

Tidak hanya fokus pada aspek sosial dan perdamaian, Sukma Bangsa juga mendorong penguasaan teknologi melalui Lomba Koding Piala Surya Paloh. Kompetisi ini menjadi wadah kreativitas bagi siswa SSB maupun sekolah mitra untuk mengasah kemampuan berpikir logis di era digital.

Kegiatan ini juga menyoroti kolaborasi strategis selama lima tahun terakhir antara Sukma Bangsa dengan Leva Foundation dari Afrika Selatan. Kerja sama ini melahirkan program Unplugged Tangible Coding, sebuah metode pembelajaran pemrograman kreatif yang tidak bergantung sepenuhnya pada perangkat digital.

Rangkaian Kegiatan 20 Tahun Sekolah Sukma Bangsa

Kegiatan Fokus Utama
Seminar Internasional Pendidikan strategis, perdamaian, dan kepemimpinan masa depan.
Seminar MKBS Strategi pengelolaan konflik konstruktif di lingkungan sekolah.
Lomba Koding Piala Surya Paloh Kreativitas digital dan kolaborasi dengan Leva Foundation (Afrika Selatan).
Alumni Talk Berbagi inspirasi dan perjalanan karier lintas generasi alumni.
Expo Akbar Pameran karya inovasi, kewirausahaan, dan capaian siswa.

Puncak Perayaan dan Kehadiran Tokoh Nasional

Seluruh rangkaian kegiatan ini akan bermuara pada acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026 di Komplek Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Acara ini direncanakan dihadiri langsung oleh Pendiri Media Group sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Sukma, Surya Paloh, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.

Marthunis menegaskan bahwa momentum 20 tahun ini adalah saat untuk meneguhkan kembali komitmen menghadirkan pendidikan yang memerdekakan.

"Ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum untuk membekali peserta didik dengan kompetensi masa depan sembari terus menyalakan harapan dan merawat perdamaian dari Aceh untuk Indonesia," pungkasnya. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |